Tahanan Guantanamo Bisa Luntang-lantung

Kompas.com - 19/11/2009, 17:25 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Problem besar muncul tatkala penutupan kamp tahanan Guantanamo dilaksanakan tepat waktu, Januari tahun depan. Soalnya, sampai sekarang, Presiden AS Barack Obama masih pusing tujuh keliling mencari lokasi pengganti kamp tersebut.

Sedikitnya, saat ini, masih ada 200 orang tahanan di Guantanamo. Bisa-bisa, bila tak ada tempat pengganti, mereka bakal luntang-lantung bak ayam kehilangan induk!

Nah, yang kini banyak menyebar, khususnya di kalangan komandan militer, penutupan kamp tersebut melebihi tenggat. Itu pun, seperti ditulis BBC, Kamis (19/11), dengan catatan kalau seluruh kesulitan politik yang muncul tuntas terselesaikan.

Sejauh ini belum tampak ada bukti yang menunjukkan persiapan penutupan kamp sedang dilakukan.

Menurut perwira militer yang bicara pada para tahanan itu, penundaan tampaknya tidak mengejutkan mereka. Meski demikian, sebagian besar tahanan merasa tidak yakin bagaimana masa depan mereka kelak.

Para pejabat yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan kamp tersebut mengatakan, suasana di Guantanamo membaik sejak Presiden Obama mengumumkan rencana penutupan kamp. Serangan terhadap para sipir AS di kamp itu menurun. Tak cuma itu, bahkan 17 persen tahanan kini dibolehkan berbaur bersama selama 20 jam sehari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau