15.000 Pelanggan PLN Setiap Hari Mengalami Pemadaman

Kompas.com - 19/11/2009, 19:50 WIB

CIMAHI, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) APJ kota Cimahi akan melakukan pemadaman listrik secara bergilir kepada 15.000 pelanggannya di Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, karena terkait dengan defisitnya daya listrik pada interkoneksi Jawa Bali.

"Terkait dengan permasalahan defisit daya listrik interkoneksi Jawa Bali, maka kami dari pihak PLN APJ Cimahi pun terpaksa akan melakukan pemadaman listrik secara bergilir di Kawasan Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat," kata Manajaer PLN APJ Cimahi Susiana Mutia, di Kota Cimahi, Kamis (19/11).

PLN APJ Cimahi saat ini mengalami defisit daya sebesar 10 Megawatt setiap harinya. Hal itu disebabkan tiadanya penambahan sumber pembangkit listrik.

"Padahal kebutuhan listrik setiap saat terus bertambah. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kita mohon maaf kepada seluruh masyarakat yang akan terganggu dengan adanya pemadaman listrik," katanya.

Walaupun mengalami defisit daya listrik yang dialami PLN APJ Cimahi hanya tiga sampai empat persen saja. Namun dampak yang dirasakan, sebanyak 15 ribu pelanggan Cimahi dan KBB akan mengalami pemadaman secara bergilir sejak 6 November.

"Mudah-mudahan pemadaman ini tidak lama. Sehingga pada awal Desember sudah bisa kembali normal," ujar Susiana.

Walaupun memasuki musim penghujan, pembangkit Citarum yang menjadi sumber pasokan listrik PLN APJ Cimahi, debit air yang ada belum mencapai batas yang bisa dimanfaatkan secara signifikan.

Pihaknya menyatakan, jadwal pemadaman listrik di Kota Cimahi akan di bagi dua bagian siang dan malam. Untuk siang pemadaman dilakukan sejak pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB dan sorenya 16.00 WIB sampai 22.00 WIB.

Sebagai ganti rugi atau kompensasi bagi pelanggannya yang mengalami pemadaman bergilir, PLN secara nasional mengeluarkan kebijakan untuk memberikan kompensasi 10 persen pengurangan pembayaran listrik pelanggannya.

"Masalah Pemadaman listrik itu dapat karena perbaikan, pemeliharaan dan defisit. Untuk defisit ini PLN tidak bisa melakukan skala prioritas lapisan mana yang bisa diselamatkan. Dalam hal ini, beberapa sektor industri pun terkena dampaknya. Oleh karenanya, sejauh ini sudah ada tiga industri yang telah melayangkan protesnya kepada kita akibat pemadaman itu," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat supaya berpartisipasi dalam pemanfaatan dan penghematan energi listrik dengan cara mematikan satu titik lampu setiap keluarga.

"Dengan mematikan satu buah lampu saja pada saat beban puncak itu juga sudah menghemat, karena dengan mematikan satu lampu oleh setiap keluarga dampaknya akan sangat besar," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau