Syaharani: Musik Jazz Itu Ibarat Lukisan

Kompas.com - 20/11/2009, 10:45 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com--Pemusik jazz, Syaharani, menilai, musik jaz itu bisa diibaratkan seperti lukisan yang terdiri atas  berbagai macam aliran, seperti naturalis dan abstrak.

"Seperti halnya musik jazz, ada modern jazz, pop jazz, atau live jazz," katanya usai pertunjukan bertajuk "Jazzy Lounge with Syaharani and The Queenfireworks" di Semarang, Kamis (19/11) malam.

Dalam penampilannya tersebut, Syaharani yang baru satu kali menelurkan album bersama The Queenfireworks itu mencoba membuai penonton dengan merdunya alunan lagu yang dilantunkannya.

Syaharani mencoba memanaskan suasana dengan lagu pertama berjudul "Delight of Love" diiringi petikan gitar Donny Suhendra, betotan bas Kristian Dharma, dan gebukan drum Sirhan Muhammad.

Tak ketinggalan, Trias Fajar yang memegang keyboard juga mencoba membuat suasana lebih hidup dengan permainan musiknya tanpa menghilangkan kesan santai yang ingin ditonjolkan.

Syaharani mengatakan, dalam penampilannya kali ini memang ingin menghadirkan kesan santai, sesuai dengan konsep album kedua Syaharani and The Queenfireworks yang akan segera diluncurkan.

"Saya telah mengeluarkan sebanyak empat album, tiga album pertama adalah solo, sementara album keempat bersama The Queenfireworks dan masing-masing memiliki konsep berbeda," katanya.

Dalam album solo kedua Syaharani yang bertajuk "Magma", konsep yang disajikan adalah nuansa kontemplatif, sedangkan dalam album bersama The Queenfirework ingin mencoba menghadirkan kesan ceria.

"Pemusik akan jenuh ketika harus membuat album dengan warna dan nuansa yang sama, misalnya pemusik jaz yang sering menyanyikan bossanova, sekali-kali ganti pop jazz," katanya.

Ia mengaku, dalam Syaharani and The Queenfireworks semua personel memang dibebaskan bermain sesuai gaya dan warna musik yang dimiliki masing-masing dan perpaduan musik berjalan secara alami.

"Itulah uniknya musik jaz, semua ide yang dimiliki oleh masing-masing personel langsung dipadukan lewat improvisasi di atas panggung, namun perpaduan itu tetap harus berjalan harmonis," katanya.

Selain "Delight of Love", lagu-lagu lain yang dinyanyikan Syaharani and The Queenfireworks di antaranya berjudul "Mungkin", "Love", "Anytime", "Tersiksa Lagi", "Kiranya", dan "Loving You".

Para penonton yang rata-rata berusia di atas 30 tahun terlihat cukup puas dengan penampilan Syaharani and The Queenfireworks yang dalam kesempatan itu membawakan sekitar 14 lagu.

Menurut wanita kelahiran 21 Juli 1971 itu, dirinya tertarik dengan musik jazz karena musik jazz bisa dikembangkan secara lebih luas dan bersifat fleksibel, sehingga tidak terkesan monoton.

"Bahkan, penampilan di panggung bisa sangat berbeda dengan waktu latihan atau hasil rekaman yang sudah menjadi album, sebab permainan di panggung penuh dengan improvisasi," katanya.

Gitaris The Queenfireworks, Donny Suhendra menambahkan, hal paling penting dalam bermain musik jaz adalah interaksi yang terjalin antar-pemain saat di panggung dan interaksi dengan penonton.

"Penonton harus mampu menangkap pesan yang terkandung dalam lagu yang dinyanyikan, sebab percuma saja kalau penonton tidak mampu menangkapnya," kata Donny yang juga gitaris Krakatau Band itu.

Sementara itu, General Manager Hotel Ciputra Semarang, Budi Irianto mengatakan, pihaknya telah beberapa kali menyelenggarakan Jazzy Lounge menghadirkan penyanyi jazz terkemuka, kali ini giliran Syaharani.

"Kami ingin mewujudkan keinginan untuk memanjakan telinga para penikmat jaz di Semarang dengan menghadirkan musisi-musisi jaz yang terbaik di blantika musik Indonesia," kata Budi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau