Pemprov Jateng Bakal Bangun Depo Batu Bara

Kompas.com - 20/11/2009, 11:38 WIB

SOLO, KOMPAS.com — Menghadapi krisis energi listrik yang terjadi saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana membangun depo batu bara di wilayah perbatasan Kabupaten Kendal-Kota Semarang.

Depo batu bara ini secepatnya akan dibangun Pemprov Jateng untuk membantu perusahaan-perusahaan dalam memenuhi kebutuhan energi dengan menggunakan batu bara.

Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Jateng Anung Sugihandono ketika dihubungi pada Kamis (19/11) malam. Ia menyatakan, selama ini di Jateng memenuhi kebutuhan batu bara yang disuplai dari PT Bukit Asam yang berlokasi di kawasan industri Terboyo.

"Karena keberadaannya dirasakan mengganggu lingkungan kawasan industri Terboyo dan kapasitasnya tidak begitu besar, Pemprov Jateng berencana membangun depo batu bara yang di Mangkang," ujar Anung.

Pada hari yang sama, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo seusai acara Forum Penawaran Peluang Investasi Jawa Tengah di Hotel Sunan Solo menyampaikan rencana pembangunan depo batu bara tersebut. "Kami sudah merencanakan untuk membuat depo batu bara yang lokasinya di Mangkang, di lahan seluas 112 hektar," ujarnya.

Gubernur menegaskan, sejauh ini proses pendirian depo batu bara untuk Jateng, masih dalam tahap pembahasan dengan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia III terkait dengan pengadaan dermaga bongkar muat, dan PT Tanah Mas terkait kepemilikan lahan di daerah tersebut.

"Sekarang sedang dirembuk bareng-bareng. Kalau nanti dari PT Pelindo dan PT Tanah Mas sudah oke tanahnya yang di Mangkang, kami akan menggunakan lokasi tersebut untuk penimbunan batu bara," katanya.

Kebutuhan adanya depo batu bara di Jateng, tutur Bibit, sudah dipikirkan Pemprov Jateng, karena selama ini Jateng belum ada depo batu bara, sedangkan di daerah lain sudah memiliki depo batu bara. "Seluruh provinsi sudah ada depo batu bara, Jateng aja yang belum ada," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau