Kalau Istri Siri Menuntut Seks

Kompas.com - 20/11/2009, 15:26 WIB

KOMPAS.com — Pria ini merasa mengalami penurunan fungsi seksual sejak dua tahun lalu. Beruntung, istrinya masih bisa menerima. Yang jadi masalah, istri sirinya terus mengomel. Dia jadi minder. Apa solusinya?

"Saya pria umur 55 tahun, merasa mengalami penurunan luar biasa dalam seks. Di masa lalu saya bisa berhubungan seks dengan istri pertama paling sedikit seminggu sekali. Selain itu, saya punya istri siri, dan hubungan seks bisa sekali atau dua kali dalam seminggu. Biasanya memang lebih sering dengan istri siri.

Dua tahun terakhir ini saya tidak mampu lagi. Jangankan dua kali, sekali saja seminggu terpaksa sekali. Gairah seks menghilang. Kalau istri merangsang, rasanya tak ada reaksi. Gawatnya lagi, istri siri masih muda, baru 35 tahun. Dia sering mengomel, katanya saya tidak mampu lagi. Kalau istri pertama, masih bisa menerima. Dia bilang kalau saya capek jangan dipaksa, tidak masalah.

Terus terang saya jadi minder, terutama terhadap istri siri. Dengan obat apa agar gairah seks saya bisa normal kembali, sehingga mampu melakukan hubungan seks lagi? Sekarang kalau istri siri saya minta berhubungan, saya sudah takut duluan. Saya merasa lebih baik menjauh dari istri siri agar tidak diminta hubungan seks. Susahnya, saya tidak mungkin menjauh terus."
PT, Jakarta

Harus lebih baik
Dengan kondisi mempunyai dua istri, tentu saja Anda harus melakukan hubungan seksual lebih sering dibandingkan bila hanya mempunyai satu istri. Untuk itu diperlukan fungsi seksual yang lebih baik bila dibandingkan dengan pria lain yang hanya melakukan hubungan seksual dengan satu orang.

Penurunan yang Anda alami sebenarnya bukan hal yang luar biasa. Fungsi seksual memang dapat menurun karena berbagai faktor penyebab. Proses penuaan, penyakit, dan hambatan psikis terhadap pasangan dapat menimbulkan penurunan atau gangguan fungsi seksual.

Fungsi seksual bukan hanya satu, melainkan terdiri atas gairah (dorongan) seksual, bangkitan seksual, orgasme, serta ejakulasi (khususnya pada pria). Setiap fungsi seksual dapat mengalami gangguan, yang akhirnya dapat mengganggu hubungan seksual.

Kalau benar Anda mengalami penurunan gairah seksual, berarti Anda mengalami penurunan dalam frekuensi hubungan seksual dan juga mengalami gangguan ereksi penis. Akibatnya, selain frekuensi hubungan seksual berkurang, kemampuan mengalami ereksi juga menurun, sehingga hubungan seksual terganggu.

Konsultasi lebih lanjut
Pada usia sekarang wajar terjadi proses penuaan, apalagi kalau selama ini Anda tidak melakukan upaya pencegahan. Proses penuaan dapat menimbulkan berbagai akibat bagi fungsi tubuh dan jiwa. Salah satu di antaranya ialah dalam hal fungsi seksual, seperti yang Anda alami.

Di pihak lain, istri siri Anda yang masih muda tampaknya mempunyai fungsi seksual yang baik sehingga dia menuntut hubungan seksual seperti biasanya. Di usia lebih muda, fungsi organ tubuh dan jiwa pada umumnya memang lebih baik.

Wajar kalau istri siri Anda mempunyai fungsi seksual yang lebih baik. Namun, bukan berarti orang yang berusia lebih muda tidak mungkin mengalami gangguan fungsi seksual. Dalam keadaan istri yang menuntut seperti ini, Anda harus mengatasi gangguan fungsi seksual yang Anda alami. Kalau tidak, ketidakharmonisan akan semakin buruk.

Perasaan rendah diri atau mungkin juga malu, wajar Anda alami. Karena itu, segeralah berkonsultasi lebih jauh untuk mendapat penanganan yang tepat. Kalau dibiarkan lebih lama, perasaan itu akan semakin mengganggu, fungsi seksual menjadi lebih buruk, dan istri Anda akan semakin kecewa.

Melalui konsultasi lebih jauh dan pemeriksaan akan diketahui gangguan fungsi seksual apa yang sebenarnya Anda alami, apa penyebabnya, dan bagaimana pengobatannya yang tepat. Semakin cepat diatasi, akan semakin cepat penyembuhannya. Sebaliknya, semakin lama Anda membiarkan gangguan fungsi seksual ini, akan semakin lama penyembuhannya. Hal itu karena biasanya sudah menimbulkan akibat yang lebih buruk.

Sebagai catatan, sebaiknya Anda tidak memilih sendiri obat-obatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara medis, supaya masalah Anda tidak semakin bertambah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau