Abbas Pastikan Pemilu Palestina Ditunda

Kompas.com - 20/11/2009, 18:08 WIB

RAMALLAH, KOMPAS.com — Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Jumat (20/11), memastikan pemilu presiden dan legislatif Palestina yang dijadwalkan Januari tahun depan akan ditunda. Ia memberi konfirmasi tentang hal itu setelah mendapat masukan untuk tidak melaksanakan pemilu tersebut.

Berbicara kepada BBC berbahasa Arab, ABC mengatakan bahwa pemimpin Palestina akan mengambil langkah untuk menghindari kekosongan konstitusional saat masa jabatan anggota legislatif yang sekarang dan masa jabatannya berakhir pada 25 Januari mendatang. Namun dia tidak menyebutkan langkah yang akan diambil untuk menghindari kevakuman konstitusional itu.

Abbas juga mengatakan, dia tidak mencari kesempatan kedua untuk jabatan presiden. Abbas sebelumnya telah mengatakan, ia tidak berniat maju dalam pemilihan yang dijadwalkan pada 24 Januari 2009 itu.

Pengumuman Abbas itu mencerminkan frustrasi yang ada akibat proses perdamaian yang terhenti. Palestina juga melihat kegagalan Amerika Serikat untuk menekan Israel agar menghentikan aktivitas permukiman Yahudi di tanah yang diduduki Israel seusai perang Timur Tengah tahun 1967.

Komisi Pemilihan Pusat Palestina mengumumkan minggu lalu bahwa lembaga itu telah memberi masukan kepada Abbas untuk membatalkan pemilu karena Hamas, yang menguasai Jalur Gaza dengan 1,5 juta orang Palestina, telah mengingatkan bahwa mereka tidak akan membiarkan orang-orang ikut pemilu. Hamas mengontrol Gaza sejak tahun 2007. Kelompok itu mempersoalkan legitimasi Abbas.

"Sekarang, untuk sebuah alasan yang realistis, berdasarkan kondisi tertentu karena penolakan Hamas dan ancamannya untuk mencegah pelaksanaan pemilu, maka pemilu ditunda atau waktunya akan ditentukan kemudian," kata Abbas.

Ia melanjutkan, "Lebih baik buat kita bahwa Hamas menerima pelaksanaan pemilu tersebut. Namun jika itu tidak terjadi, pemimpin Palestina harus mengambil langkah."

Sejumlah anggota senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), di sana Abbas menjadi ketua, mengatakan kepada Reuters minggu ini bahwa mereka mengharapkan lembaga itu secara efektif memperpanjang masa jabatan Abbas pada sebuah pertemuan Desember mendatang. PLO dan faksi Fatah yang mendominasi organisasi itu telah mengatakan kepada Abbas untuk tetap bertahan sebagai pemimpin. Abbas mengetuai keduanya.

Abbas mengabaikan pertanyaan tentang kepastian untuk tetap berada dalam posisinya hingga pemilu akhirnya terlaksana. "Mungkin mereka akan menunda setahun atau kurang dari itu, saya tidak tahu. Apa yang saya katakan sekarang adalah, saya tidak akan menjadi kandidat." katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau