JAKARTA, KOMPAS.com - Tak lama lagi, Grup Blue Bird akan menggunakan piranti GPS Monitoring and Dispatching System buatan China untuk armada kendaraannya. Hal ini terungkap pada penandatanganan kontrak kerja sama antara Pusaka GPS dan Shanghai Fleety Communications, Ltd di ajang pameran produk peralatan dan komoditas China di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/11). Penandatanganan kontrak tersebut dilakukan oleh Direktur Pusaka GPS Sigit Djokosoetono dan CEO Shanghai Fleety Communications James Wu.
Shanghai Fleety Communications adalah penyedia layanan GPS tracking dan sistem dispatching di China. Perusahaan tersebut telah mendistribusikan 125 sistem dan 70.000 unit Mobile Data Terminal (MDT) ke berbagai industri. Termasuk, perusahaan-perusahaan taksi dan logistik di Negeri Tirai Bambu tersebut. Dalam kerja sama ini, Fleety menyediakan platform and hardware. Sementara, Pusaka GPS sebagai distributor tunggal di Indonesia dan melayani layanan purna jual.
James Wu mengatakan potensi pasar GPS untuk armada angkutan penumpang dan barang di Indonesia cukup menjanjikan. “Kami berharap dapat merebut 50 persen dari total pasar domestik di Indonesia," demikian James Wu.