Terkait Filariasis, DPRD Pertanyakan Sikap Tertutup Dinkes

Kompas.com - 21/11/2009, 06:59 WIB

SOREANG, KOMPAS.com — Kalangan anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mempertanyakan sikap tertutup jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat terkait penanganan penyakit kaki gajah (filariasis) yang mewabah di daerah tersebut.

"Kami ingin mendengar dan ambil bagian dalam keputusan politik penanganan filariais, tapi pihak Dinkes justru tidak memenuhi rapat dengar pendapat," kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Arifin Sobari.

Dari konfirmasi, pihak Dinkes memastikan tidak dapat menghadiri pemanggilan oleh DPRD karena tersendat izin dari bupati yang tidak memberikan disposisi. Pihak Dinkes hanya menjawab surat Komisi D DPRD Kabupaten Bandung melalui layanan pesan singkat (SMS).

"Dinkes tidak datang memenuhi undangan kami. Padahal, banyak hal yang ingin kami sampaikan dan mendapatkan klarifikasi dari dinas yang bersangkutan," ujar Arifin.

Dikatakan, pihak Komisi D DPRD Kabupaten Bandung sudah melakukan upaya investigasi untuk mengetahui penyebab banyaknya korban setelah meminum obat anti-filariasis yang diberikan gratis tersebut.

Sejumlah temuan pun didapat dari hasil penyelidikan di lapangan. Hal itulah yang ingin dikonfirmasikan dan mendapat klarifikasi kebenarannya dari Dinkes.

Di antara temuan yang diperoleh Komisi D DPRD Kabupaten Bandung atas pemberantasan massal penyakit kaki gajah ini, masalah sosialisasi yang dinilai tidak menyeluruh.

Bahkan, menurut hasil investigasi itu, lanjut Arifin, sosialisasi juga dianggap tidak mendalam dan tidak menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, pelaksanaannya juga gegabah karena para kader yang menjalankan program pengobatan massal filariasis tidak didampingi tenaga medis.

"Obat tersebut kan obat keras, makanya harus didampingi tenaga medis ketika para kader membagikan obat kepada masyarakat," tegas Arifin.

Menyikapi ketidakhadiran Dinkes, Komisi D menegaskan akan membuat nota komisi untuk mendapatkan konfirmasi yang jelas. Namun, tanpa mendapatkan klarifikasi, nota komisi akan menjadi sikap DPRD selanjutnya.

"Ini program yang gagal, tapi harus banyak yang dievaluasi. Namun yang jelas, pola sosialisasi dan pelaksanaan harus diperbaiki," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau