Kapal Dumai Express Tenggelam, Satu Anak Ditemukan Tewas

Kompas.com - 22/11/2009, 14:21 WIB

BATAM, KOMPAS.com — Seorang anak kecil ditemukan tewas dalam musibah kapal penumpang Dumai Express yang tenggelam di Perairan Takong Hiu, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (22/11) pagi.

"Laporan yang saya terima dari Tanjung Balai, seorang anak kecil meninggal dunia," kata Dasrul, Kapolsek Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Sekupang di Batam, Minggu. Ia mengatakan, kemungkinan jumlah korban bertambah karena saat ini, kapal masih dalam evakuasi.

Dasrul mengatakan, berdasarkan laporan yang ia terima, badan kapal Dumai Express bocor saat dihadang ombak besar di sekitar Pulau Hiu. Ia mengatakan, kapal TNI AL yang pertama kali melihat dan membantu Dumai Express.

Kapal berpenumpang sekitar 213 orang itu berangkat dari Batam menuju Dumai pada pukul 07.30. Kapal tersebut diperkirakan tenggelam di Perairan Takong Hiu pada pukul 09.30.

Pantauan di lapangan, jajaran TNI AL Tanjung Balai Karimun dan personel Administrator Pelabuhan TBK berserta dua kapal penumpang lainnya yang ada di Pelabuhan TBK langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Hingga kini secara resmi institusi terkait belum memberikan keterangan resmi tentang penyebab dan kronologi kejadian tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau