Listrik Byar Pet, Lilin Bakar Rumah

Kompas.com - 23/11/2009, 01:52 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Pemadaman listrik secara bergilir oleh PLN sudah dua kali memakan korban. Meskipun PLN sama sekali tidak bisa disalahkan, namun peristiwa kebakaran di dua rumah di Kota Malang dalam sepekan terakhir merupakan imbas dari byar petnya lampu listrik.

Lima hari lalu, kebakaran menimpa rumah di Perumahan Permata Jingga, gara-gara pemiliknya lalai mematikan lilin di saat lampu mati. Saat itu di perumahan tersebut tengah terjadi pemadaman bergilir.

Nah, peristiwa serupa terjadi Sabtu (21/11) di rumah milik Hartono, 50, Jl Sumbersari 302. Sebuah kamar di lantai II rumah ini ludes. Api yang berasal dari nyala lilin menjilat perabot di kamar itu, seperti kasur, lemari, dan televisi. Tak ada yang tersisa, karena api diperbesar oleh ledakan televisi hingga genteng kamar menjadi abu.

Beruntung kebakaran di kamar berukuran 3×3 m ini tak merambat ke ruangan lain. Meski demikian, asap yang membubung tinggi sempat membuat warga sekitar panik. Jalan di sekitar Sumbersari sempat macet karena jalan ditutup saat pembasahan oleh petugas PMK.

Terbakarnya kamar ini karena pemilik kamar, yakni menantu Hartono bernama Riskiyah, 27, lupa mematikan lilin yang dinyalakan di atas laci (kabinet) plastik. Saat itu, sekitar pukul 16.00 WIB Riskiyah keluar rumah. Rumah ini harus menggunakan penerangan lilin karena terkena pemadaman listrik secara bergilir.

”Sejak Jumat (21/11), rumah saya mati lampu. Makanya untuk penerangan sementara pakai lilin,” ujar Hartono, ditemui usai peristiwa kebakaran.

Diduga, saat rumah dalam keadaan kosong inilah, lilin terjatuh dan menyambar seisi perabot kamar miliknya. Hartono masih beruntung, kepulan asap hitam dari rumahnya segera terlihat oleh tetangga. Mobil PMK segera datang, sehingga kebakaran tak sampai meluas ke bagian rumah lain.

Honda Jazz Selamat

Nasib tak beruntung justru menimpa dua bersaudara, Riza dan Avan, pemilik rumah di Perum Permata Jingga Blok Sawo Jingga No 33. Kebakaran yang terjadi lima hari lalu, Selasa (17/11) sekitar pukul 22.00 WIB mengabukan aneka perabot, surat-surat penting semacam akta kelahiran, ijazah, hingga BPKB mobil yang tersimpan di lemari.

Kebakaran ini diketahui para tetangga. Mereka lantas menelepon petugas pemadam kebakaran sehingga mobil Honda Jazz putih yang terparkir di garasi tidak ikut terbakar.

Meski demikian, sempat terjadi kepanikan saat petugas PMK Kota Malang belum tiba di lokasi. Mobil tersebut tidak bisa didorong keluar karena tidak dalam kondisi netral. Warga yang mencoba mengeluarkan mobil kemudian memecah jendela depan untuk menetralkan perseneling. Akan tetapi upaya ini tetap tidak membawa hasil karena mobil tersebut menggunakan sistem otomatik.

Sebelum terjadi kebakaran, kawasan Permata Jingga mengalami pemadaman listrik sejak pukul 18.30 WIB. Reza dan Avan adalah kakak beradik yang menghuni rumah tersebut. Sementara kedua orangtua mereka bekerja di Kalimantan. Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah tersebut lantas menyalakan beberapa lilin sebagai penerangan.

Beberapa saat kemudian, Avan keluar rumah dan disusul kakaknya, Riza, yang pergi ke Batu untuk sebuah urusan. Avan yang pergi bersama kekasihnya, Anisa, memastikan ia telah mematikan lilin di kamarnya.
“Saya keluar, dan saya ingat betul dan disaksikan pacar saya kalau lilin di dalam kamar itu saya matikan,” ucap Avan.

Sedangkan Riza mengakui jika ia lupa mematikan lilin yang dinyalakan di kamarnya dan ditaruh di atas meja. Diduga nyala api lilin menjilat tatakan plastik kemudian menjalar ke meja kayu. ab/stf4/why

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau