MALANG, KOMPAS.com - Pemadaman listrik secara bergilir oleh PLN sudah dua kali memakan korban. Meskipun PLN sama sekali tidak bisa disalahkan, namun peristiwa kebakaran di dua rumah di Kota Malang dalam sepekan terakhir merupakan imbas dari byar petnya lampu listrik.
Lima hari lalu, kebakaran menimpa rumah di Perumahan Permata Jingga, gara-gara pemiliknya lalai mematikan lilin di saat lampu mati. Saat itu di perumahan tersebut tengah terjadi pemadaman bergilir.
Nah, peristiwa serupa terjadi Sabtu (21/11) di rumah milik Hartono, 50, Jl Sumbersari 302. Sebuah kamar di lantai II rumah ini ludes. Api yang berasal dari nyala lilin menjilat perabot di kamar itu, seperti kasur, lemari, dan televisi. Tak ada yang tersisa, karena api diperbesar oleh ledakan televisi hingga genteng kamar menjadi abu.
Beruntung kebakaran di kamar berukuran 3×3 m ini tak merambat ke ruangan lain. Meski demikian, asap yang membubung tinggi sempat membuat warga sekitar panik. Jalan di sekitar Sumbersari sempat macet karena jalan ditutup saat pembasahan oleh petugas PMK.
Terbakarnya kamar ini karena pemilik kamar, yakni menantu Hartono bernama Riskiyah, 27, lupa mematikan lilin yang dinyalakan di atas laci (kabinet) plastik. Saat itu, sekitar pukul 16.00 WIB Riskiyah keluar rumah. Rumah ini harus menggunakan penerangan lilin karena terkena pemadaman listrik secara bergilir.
”Sejak Jumat (21/11), rumah saya mati lampu. Makanya untuk penerangan sementara pakai lilin,” ujar Hartono, ditemui usai peristiwa kebakaran.
Diduga, saat rumah dalam keadaan kosong inilah, lilin terjatuh dan menyambar seisi perabot kamar miliknya. Hartono masih beruntung, kepulan asap hitam dari rumahnya segera terlihat oleh tetangga. Mobil PMK segera datang, sehingga kebakaran tak sampai meluas ke bagian rumah lain.
Honda Jazz Selamat
Nasib tak beruntung justru menimpa dua bersaudara, Riza dan Avan, pemilik rumah di Perum Permata Jingga Blok Sawo Jingga No 33. Kebakaran yang terjadi lima hari lalu, Selasa (17/11) sekitar pukul 22.00 WIB mengabukan aneka perabot, surat-surat penting semacam akta kelahiran, ijazah, hingga BPKB mobil yang tersimpan di lemari.
Kebakaran ini diketahui para tetangga. Mereka lantas menelepon petugas pemadam kebakaran sehingga mobil Honda Jazz putih yang terparkir di garasi tidak ikut terbakar.
Meski demikian, sempat terjadi kepanikan saat petugas PMK Kota Malang belum tiba di lokasi. Mobil tersebut tidak bisa didorong keluar karena tidak dalam kondisi netral. Warga yang mencoba mengeluarkan mobil kemudian memecah jendela depan untuk menetralkan perseneling. Akan tetapi upaya ini tetap tidak membawa hasil karena mobil tersebut menggunakan sistem otomatik.
Sebelum terjadi kebakaran, kawasan Permata Jingga mengalami pemadaman listrik sejak pukul 18.30 WIB. Reza dan Avan adalah kakak beradik yang menghuni rumah tersebut. Sementara kedua orangtua mereka bekerja di Kalimantan. Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah tersebut lantas menyalakan beberapa lilin sebagai penerangan.
Beberapa saat kemudian, Avan keluar rumah dan disusul kakaknya, Riza, yang pergi ke Batu untuk sebuah urusan. Avan yang pergi bersama kekasihnya, Anisa, memastikan ia telah mematikan lilin di kamarnya.
“Saya keluar, dan saya ingat betul dan disaksikan pacar saya kalau lilin di dalam kamar itu saya matikan,” ucap Avan.
Sedangkan Riza mengakui jika ia lupa mematikan lilin yang dinyalakan di kamarnya dan ditaruh di atas meja. Diduga nyala api lilin menjilat tatakan plastik kemudian menjalar ke meja kayu. ab/stf4/why
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang