JAKARTA, KOMPAS.com — PT PLN (Persero) kembali membeli listrik dari perusahanan-perusahaan swasta untuk mengatasi defisit di beberapa wilayah Indonesia.
"Kami telah melakukan pembicaraan dengan sembilan pemilik excess power dari Sumut, Riau, Jambi, Lampung, Jabar, dan Jatim. Mereka ini pengusaha pabrik kelapa sawit, pabrik kertas, pabrik gas, dan pabrik tekstil," kata Direktur PLN untuk Jawa Bali Murtaqi Syamsuddin dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.
Menurutnya, upaya mengatasi krisis di daerah-daerah luar Jawa secara mendasar memang harus segera menyelesaikan proyek-proyek PLTU 10.000 MW. Namun, untuk itu masih perlu waktu. Untuk mengatasi dengan cepat defisit listrik yang terjadi, PLN akan melakukan dua hal, yakni membeli excess power dan menyewa genset besar.
Kontrak yang akan ditandatangani adalah untuk memasok listrik 86 MW, dengan rincian Sumut 12 MW, Riau Daratan 16 MW, Bintan 4 MW, Jatim 10 MW, Kalsel 17 MW, Jabar 20 MW, Lampung 6 MW, dan Jambi 11 MW.
Sebelumnya PLN menandatangani kontrak pasokan 106 MW dari perusahaan pemilik excess power di Sumatera Utara (47 MW) dan Jawa Barat (61 MW). Saat ini listrik tersebut sudah masuk ke sistem PLN.
Murtaqi menambahkan, PLN akan terus menginventarisasi potensi excess power di setiap daerah dan melakukan persuasi ke para pemiliknya untuk membantu defisit listrik. "Untuk itu, PLN bersedia membayar biaya produksi excess power ditambah margin yang wajar bagi pemilik. Kami memerkirakan potensi excess power yang bisa dimanfaatkan PLN dari Industri Agro di Sumatera dan Kalimatan tidak kurang dari 300 MW," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang