Audit BPK Tak Gambarkan Aliran Dana?

Kompas.com - 23/11/2009, 10:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi XI DPR RI, Maruarar Sirait, berang ketika menerima informasi bahwa audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan yang akan diserahkan pada Senin ini kepada pimpinan DPR RI tidak memuat audit terhadap aliran dana.

Artinya, arah aliran kucuran dana bail-out sebesar Rp 6,7 triliun masih tidak jelas. Menurut Maruarar, ia mengetahui informasi itu dari sejumlah anggota BPK yang ia tanyai.

Namun, politisi PDI-P ini enggan menyebutkan nama mereka. Menurut informasi tersebut, audit belum memuat aliran dana karena Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) tidak mau membuka data aliran dana. "Nanti dikonfirmasi langsung saja. Saya yakin jawaban saya salah," ujarnya di depan ruang pimpinan DPR RI.

Maruarar paham, PPATK tidak bisa sembarangan membuka data aliran dana. Menurut UU, PPATK hanya boleh membukanya kepada kepolisian dan kejaksaan. Maruarar juga menyesalkan niat baik SBY yang mendorong semua pihak, termasuk PPATK, untuk transparan hanya sehari sebelum audit harus diserahkan kepada DPR RI.

"Saya berterima kasih. Tapi saya sayangkan, kenapa disampaikan satu hari sebelum BPK menyerahkan. Saudara bayangkan, ini sudah kami ingatkan beberapa minggu lalu. Mana bisa audit dalam sehari," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau