Aktivis LSM "Nobar" Pidato SBY

Kompas.com - 23/11/2009, 11:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat, seperti Indonesia Corruption Watch, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), dan Imparsial, Senin (23/11) malam di kantor Imparsial, Jakarta, akan bersama-sama menyaksikan respons Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap rekomendasi Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas Kasus Bibid Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, atau Tim Delapan.

Hal ini disampaikan Koordinator Peneliti Imparsial Al Araf kepada Kompas.com, Senin siang. "Kami akan menyaksikan respons Presiden SBY atas hasil rekomendasi Tim Delapan nanti malam," ujarnya.

Presiden dijadwalkan akan menyampaikan responsnya dari Istana Merdeka, Jakarta, pukul 20.00. Menurut Al-Araf, beberapa aktivis yang akan datang, antara lain, Koordinator KontraS Usman Hamid dan Koordinator ICW Danang Widoyoko.

Terkait rekomendasi Tim Delapan, Presiden diharapkan berani membuat keputusan yang bijak dan bisa meyakinkan rakyat Indonesia sehingga pembangunan bangsa bisa kembali dilanjutkan.

Hal ini diperlukan karena tingkat kekecewaan publik terhadap penegakan hukum saat ini sudah mencapai titik nadir. Harapan ini, misalnya, disampaikan oleh dua anggota Tim Delapan, Komaruddin Hidayat dan Hikmahanto Juwana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau