Tanpa Alasan Jelas, Sidang Amsi dan Daniel Ditunda

Kompas.com - 23/11/2009, 13:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua sidang terdakwa Fransicus Tadons Keran alias Amsi dan Daniel Daen Sabon ditunda, setelah sempat dibuka. Menurut kuasa hukum, alasan penundaan tidak jelas dan terkesan menyalahkan terdakwa.

"Alasan penundaan, kami melihat tidak jelas, apakah karena terdakwa tidak bisa hadir atau JPU belum siap. Jelas kami kecewa," kata Minola Sebayan, pengacara Amsi di PN Tangerang, Senin (23/11).

Sebelumnya, dalam sidang jaksa Rawando yang datang sendirian memohon pada pemimpin sidang Hakim Arthur Hangewa untuk menunda sidang. Alasannya, terdakwa tidak datang dan pihaknya belum siap menyampaikan tuntutan.

Memang agenda sidang kali ini adalah mendengarkan tuntutan jaksa. "Ini aneh, karena klien kami dalam keadaan siap. Tadi pagi saya datangi dia, keadaanya sehat dan siap untuk dijemput. Tapi, ia tidak dijemput (kejaksaan)," ucap Rawando.

Sidang ditunda dan dilanjutkan pada 30 November 2009. Saat ini hanya satu sidang yang berlangsung, yakni dengan terdakwa Eduardus Ndopo Mbete dengan agenda mendengarkan kesaksian Sogid Haryo Wibisono, Komisaris Utama PT Media Indonesia Merdeka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau