Maruarar: Sudah Sepantasnya Semua Dukung Hak Angket

Kompas.com - 23/11/2009, 15:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dengan dibukanya hasil akhir audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan terkait Bank Century, Senin (23/11), sudah sepantasnya semua pihak di gedung dewan mendukung hak angket Century untuk gol. Hal ini disampaikan anggota Komisi XI DPR RI, Maruarar Sirait, yang juga pencetus hak angket di Gedung DPR.

"Dengan data begini, publik tahu apa yang terjadi. Jadi marilah kita anggota DPR supaya ada keterbukaan. Sekarang, pantaslah semuanya untuk mendukung," ujarnya. Menurut politisi PDI-P ini, pencetus hak angket sangat yakin mendorong karena substansinya, baik hukum maupun ekonomi, bukan sekadar semangat untuk menjatuhkan individu ataupun kelompok tertentu.

Maruarar menekankan sejumlah poin yang memang menunjukkan indikasi pidana dalam sejumlah pelanggaran yang termuat dalam audit BPK, seperti pembentukan Komite Koordinasi (KK) tanpa dasar hukum yang jelas, dan penetapan perkiraan biaya penanganan bank gagal berdampak sistemik yang tidak dilakukan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Pendukung hak angket sekarang sudah mencapai 230 orang. Dari PDI-P, tinggal Taufik Kiemas, yang kini menjabat sebagai Ketua MPR. Adapun pihak Demokrat beberapa waktu lalu mengaku masih menunggu hasil audit BPK.

Anehkah bila Demokrat tak mendukung ketika indikasi pidana di dalamnya begitu kuat? "Biar publiklah yang menilai," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau