BI Masih Bungkam soal Audit BPK

Kompas.com - 23/11/2009, 16:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah tampaknya masih sangat berhati-hati untuk memberikan informasi kepada publik seputar kasus bail out Bank Century (Mutiara) senilai Rp 6,7 triliun.

Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan Bank Indonesia Wimboh Santoso memilih menutup mulutnya rapat-rapat terhadap hasil audit BPK yang dirilis hari ini ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Untuk hal itu saya no comment," ujarnya kepada Kontan, Senin (23/11).

Wimboh menuturkan, kelak BI pasti akan memberikan penjelasan kepada publik dan kepada BPK sebagai bentuk tanggapan terhadap hasil audit BPK. "BI pasti akan berikan tanggapan resmi," katanya.

Namun, kapan persisnya BI akan merilis tanggapan resmi tentang hasil audit BPK yang banyak menyudutkan posisi BI dalam bail out Bank Century tersebut, Wimboh mengaku tidak bisa memastikan. "Tunggu saja waktunya," katanya.

BPK melaporkan hasil audit investigatif terhadap kasus Bank Century kepada DPR pagi tadi. Dalam ikhtisar hasil audit, BPK menyoroti beberapa kelalaian BI dari mulai proses merger dan pengawasan Bank Century oleh BI.

Lalu, proses penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. "BI tidak memberikan informasi sesungguhnya, lengkap, dan mutakhir pada saat menyampaikan Bank Century sebagai bank gagal yang ditengarai berdampak sistemik kepada KSSK," papar BPK dalam laporan audit.

Selain itu, BPK juga menyoroti tentang status hukum kelembagaan Komite Koordinasi pada saat penyerahan Bank Century kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Komite Koordinasi belum pernah dibentuk berdasarkan UU sebagaimana dimaksud dalam Penjelasan Pasal 21 Ayat 2 Tahun 2004 tentang LPS, sehingga dapat mempengaruhi status hukum atas keberadaan KK dan penanganan oleh LPS," terang BPK. (Ruisa Khoiriyah/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau