Keluarga Korban Tambang China Bentrok dengan Polisi

Kompas.com - 23/11/2009, 18:21 WIB

HEGANG, KOMPAS.com — Keluarga korban ledakan gas di tambang batu bara di timur laut China terlibat baku hantam dengan polisi, Senin, dan menuntut jawaban dari pemilik tambang mengenai ledakan itu. Media resmi China melaporkan, jumlah korban tewas dalam ledakan pada Sabtu lalu itu mencapai 104 orang.

Protes tersebut terjadi sehari setelah 11 pekerja tambang lainnya tewas dalam ledakan di tambang bawah tanah, di Provinsi Hunan, kata kantor berita Xinhua. China yang mendambakan pemerintah yang stabil tampak cemas dengan adanya protes umum itu dan akan bersikap keras berdasarkan pengawasan.

China memiliki jumlah korban kematian akibat industri tambang batu bara terbesar di dunia. Lebih dari 3.000 orang tewas dalam kasus banjir tambang, ledakan, tambang runtuh, dan kecelakaan-kecelakaan lain selama 2008 saja.

Ledakan Sabtu lalu di tambang dekat Hegang, di Provinsi Heilongjiang, terjadi pada saat lebih dari 500 pekerja tambang berada di dalam tanah, meskipun sebagian besar berhasil diselamatkan. Belasan wanita, keluarga para korban, dengan melawan cuaca dingin, Senin, menyuarakan kekesalan mereka mengenai kurangnya informasi untuk memasuki tambang.

"Tak satu pun pejabat yang tewas, semua yang meninggal adalah pekerja," teriak seorang ibu. "Semua pejabat masih hidup, semua pekerjalah yang tewas. Dan tak seorang pun dari pejabat-pejabat itu yang turun ke dalam tambang," ujarnya.

Beberapa wanita berusaha masuk ke dalam kompleks tambang, sedangkan lainnya berada di dalam satu mobil besar. Sedikitnya seorang wanita menjerit di dalam mobil saat kendaraan tersebut melaju meninggalkan tambang.

Tahun 2007, setelah lebih dari 180 petambang tewas akibat banjir di dalam tambang batu bara di provinsi utara Shandong, keluarga-keluarga korban menyerbu kantor-kantor perusahaan pengelola tambang, menghancurkan kaca jendela, dan menuduh para pengelola tidak memberi kabar kepada keluarga mengenai apa yang terjadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau