Banjir di Dairi, 2 Tewas

Kompas.com - 23/11/2009, 19:21 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Banjir Sungai Lau Pondom, di Desa Silalahi Kecamatan Silalahi, Kabupaten Dairi, Minggu (22/11) menewaskan dua orang warga desa. Banjir juga menghempaskan empat rumah yang berada tak jauh dari sungai.

Menurut Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Provinsi Sumatera Utara, Eddy Syofian, korban tewas akibat terseret arus Sungai Lau Pondom yang tiba-tiba meluap. "Ini sebenarnya sungai kecil, tetapi mungkin karena curah hujan cukup deras jadi tiba-tiba airnya meluap. Dua warga yang rumahnya berada tak jauh dari sungai meninggal terseret arus, yakni boru Silalahi (53) dan anaknya yang berumur 15 tahun," ujar Eddy di Medan, Senin (23/11).

Eddy mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Dairi bersama aparat dari Kecamatan Silalahi sudah mengevakuasi warga yang berada di tepi sungai. Termasuk keluarga pemilik empat rumah yang ikut hanyut diterjang banjir. "Penananganannya sudah dilakukan oleh aparat kecamatan setempat, sehingga tak perlu meminta bantuan Satkorlak Provinsi Sumut," katanya.

Dia menuturkan, air Sungai Lau Pondom saat ini telah surut. Meski demikian, warga tetap diimbau berhati-hati mengingat curah hujan yang cukup tinggi juga masih berpotensi menimbulkan banjir susulan serta tanah longsor.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau