Presiden Minta Aliran Dana Century Diusut Tuntas

Kompas.com - 23/11/2009, 20:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyambut baik bergulirnya hak angket di DPR guna menjawab segala tanda tanya di benak publik mengenai aliran dana Bank Century, terutama berkaitan dengan ke mana dana tersebut mengalir dan dugaan dana tersebut digunakan sebagai dana kampanye Partai Demokrat. Presiden ingin mengetahui secara pasti karena baginya desas-desus ini fitnah yang menyakitkan.

"Apakah dana penyertaan modal sementara ada yang bocor atau tidak sesuai peruntukannya bahkan berkembang desas-desus bahwa sebagian dana itu dialirkan sebagai dana kampanye Partai Demokrat. Sungguh, ini fitnah yang kejam dan menyakitkan," kata Presiden dalam pidatonya, di Istana Negara, Jakarta, Senin (23/11).

Ia memahami keinginan DPR yang ingin menelusuri sejauh mana proses pengambilan keputusan dan tindakan dana penyertaan modal sementara sebesar Rp 6,7 triliun. "Demikian juga apakah ada pihak-pihak tertentu dengan kepentingan sendiri dan meminta mengambil keputusan. Saya sungguh memahami sejumlah pertanyaan kritis itu yang tentunya butuh penjelasan dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait," kata dia.

Ia berharap segala proses bisa diungkapkan secara terbuka. "Sehingga desas-desus dan fitnah bisa disingkirkan dengan menghadirkan fakta yang sesungguhnya," ujar Presiden.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau