Ray: Bahasa Presiden Berbunga-bunga

Kompas.com - 23/11/2009, 21:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan sikapnya terhadap rekomendasi yang dikeluarkan Tim Delapan terkait kasus Bibit-Chandra dan kasus Bank Century, Senin (23/11) malam.

Menurut Ketua Lingkar Masyarakat Madani Ray Rangkuti, bahasa yang digunakan Presiden banyak yang mengambang dan tidak menyatakan ketegasannya terhadap dua kasus yang menyedot perhatian hampir seluruh masyarakat Indonesia.

"Saya juga tidak tahu, dari awal kita berharap Presiden akan memberikan pidato yang jelas dan terang. Tapi ternyata lebih banyak bunganya daripada isinya," ujarnya di kantor Imparsial.

Menurut Ray Rangkuti, selama 30 menit SBY berpidato, hanya 10 menit yang bisa dimengerti, yaitu akan menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian dan kejaksaan. "Tapi itu juga tidak jelas. Pernyataan itu berbeda dengan pidato sebelumnya yaitu akan meneruskan kasus di luar pengadilan," kata dia.

Selanjutnya Ray mengatakan, pernyataan Presiden mendukung hak angket Century tidak sesuai dengan kenyataan. Pasalnya, Presiden tidak meminta Fraksi Demokrat untuk menyetujui hak angket Century. "Kalau mendukung seharusnya ia mendorong Fraksi Demokrat untuk mendukung hak angket. Karena hanya Fraksi Demokrat yang belum menyetujui hak angket," katanya.

Meski demikian, Ray meminta kepada masyarakat untuk tetap berpikir jernih dan tidak melakukan tindakan kekerasan untuk merespons pernyataan Presiden. "Respons dengan cara damai. Jangan ada kekerasan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau