JAKARTA, KOMPAS.com — Akhirnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengungkapkan lebih detail rencana penerbitan obligasi konversi atau convertible bond sebesar 300 juta dollar AS. Lewat anak usahanya, Enercoal Resources Pte Ltd, produsen batu bara terbesar di Indonesia ini berharap aksi korporasi tersebut rampung pada Rabu (25/11).
Senior Vice President Investor Relations BUMI Dileep Srivastav mengatakan, pihaknya telah menunjuk Credit Suisse sebagai agen penjual obligasi konversi itu. Bunganya sebesar 5 persen per tahun, berjangka waktu tujuh tahun, dan jatuh tempo pada 2016.
"Obligasi ini diterbitkan pada premium konversi sebesar 30 persen," kata Dileep, kemarin. Obligasi konversi tersebut juga memiliki opsi penambahan hingga 50 juta dollar AS.
BUMI akan menggunakan duit yang diperoleh dari hajatan itu untuk membiayai akuisisi dan investasi pada masa depan terhadap perusahaan-perusahaan tambang. Sebagian dana itu juga akan digunakan untuk modal kerja dan membiayai transaksi equity swap dengan Credit Suisse.
Sayang, Dileep tak bersedia menjelaskan lebih detil perihal rencana aksi akuisisi BUMI mendatang. Toh, BUMI telah merampungkan pembelian 10 persen saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara senilai 391 juta dollar AS. Selain itu, perusahaan ini juga membidik pembelian 14 persen saham NNT lainnya. BUMI juga dikabarkan meminati tambang batu bara milik BHP Billiton di Maruwai, Kalimantan.
Di sisi lain, penerbitan obligasi konversi 300 juta dollar AS ini akan semakin memperbesar nilai obligasi semacam itu yang disimpan BUMI. Dileep mengaku, hingga kini ada sekitar 776 juta dollar AS obligasi konversi yang telah diterbitkan BUMI. "Obligasi itu dari tiga kali penerbitan," katanya.
Perinciannya, tahun 2007, BUMI menerbitkan obligasi tukar sebesar 300 juta dollar AS dan 150 juta dollar AS. Bunganya 0 persen. Hingga Juni 2009, obligasi konversi tersebut masih tersisa 101,09 juta dollar AS.
Pada 5 Agustus, BUMI kembali mengeluarkan obligasi konversi sebesar 375 juta dollar AS dengan kupon 9,25 persen dan jatuh tempo tahun 2014. (Wahyu Tri Rahmawati/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang