Mantap Menanjak dengan D3 (Bagian 2)

Kompas.com - 24/11/2009, 10:14 WIB

KOMPAS.com — Transmisi otomatik Freed berbeda dengan yang digunakan pada Honda sebelumnya atau dengan versi konvensional. Transmisi  5 percepatan ini adalah gabungan continuouly variable transmission (CVT) dan torque converter. Di Indonesia, merek lain yang sudah menggunakan teknologi ini adalah Nissan.

Menurut Honda, teknologi ini dipilih untuk mendapatkan efisiensi bahan bakar dan akselerasi yang responsif. Karena itulah, saat gigi berada pada posisi “P” dan gas diinjak, Freed meluncur halus. Kinerja tersebut juga diperoleh dari aplikasi pengoperasian throttle by wire atau lebih dikenal dengan drive by wire (DBW).

Rute menantang. Selama di jalan tol, posisi transmisi dioperasikan pada “D”. Reaksi responsif pada mobil terjadi pada putaran mesin di atas 2.000 rpm.  

Pada kecepatan 80-100 km per jam dan putaran 3.000 rpm, mesin menghasilkan traksi bertenaga dan cukup responsif.

Tes yang sangat menantang adalah saat menelusuri rute Purwakarta-Subang lewat Jalan Terusan Halim-Wanayasa-Sagalaherang-Subang Ciater-Tangkuban Perahu-Lembang-Bandung. Pada rute ini, Kompas.com mengobservasi kemampuan transmisi otomatis Freed.

Seluruh transmisi, D, D3, 2, dan 1, sesuai dengan kondisi medan. Kalau tanjakan terlalu berat, yang digunakan adalah D3. 

Pengoperasian transmisi gampang! hanya menekan tombol bawah pada tongkat transmisi. Begitu D3 dioperasikan mulai dari awal tanjakan, napas Freed lebih panjang dan bertenaga. Namun bila tetap bertahan pada D, dan dilakukan pada tanjakan yang cukup panjang, mesin akan kepayahan. Bahkan, ketika coba dipindah ke D3 lagi, reaksi mesin jadi lambat. 

"Engine brake". D3 juga juga efektif untuk memperoleh efek engine brake, terutama ketika meluncur di turunan tajam. Namun, laju terasa lebih aman ketika menggunakan gigi 2. Dengan memanfaatkan pengereman dari mesin ini atau gigi lebih rendah, kerja rem jadi lebih ringan. Hal ini juga lebih aman karena ada bantuan dari mesin untuk memperlambat laju kendaraan. Selain itu, umur pakai kampas lebih lama.

Karena pada rute Purwakarta-Subang-Bandung pengemudi harus lebih sering menggunakan D3, akibatnya konsumsi bahan bakar Freed yang dikemudikan Kompas.com agak boros, 11,7 km/liter. Namun, begitu kembali ke Jakarta, konsumsi bahan bakar menjadi 12,8 km/liter dengan cuaca hujan cukup deras dari Bandung sampai Cikampek.

Kenyamanan dan stabilitas. Tes selama dua hari memberikan kenyamanan yang memuaskan bagi pengemudi dan penumpang. Desain jok deret pertama dan kedua memegang tubuh penumpang dengan baik. Di samping itu, kualitas materi baik sehingga nyaman diduduki dan disentuh.

Posisi duduk pengemudi cukup nyaman. Adapun desain jok ergonomis. Hasilnya, berkendara tidak melelahkan meski perjalanan sudah dilakukan selama 3 jam tanpa berhenti.

Saat melewati jalanan yang tidak rata atau polisi tidur, peredaman dari suspensi baik sekali. tidak ada hentakan keras. Penumpang merasa nyaman! Kemudian, ketika bermanuver pada kecepatan cukup tinggi di tikungan, tubuh pengemudi dan penumpang tidak harus ikut miring!

Pada kecepatan 100 km/jam, suara audio masih cukup jernih dan tak terlalu terganggu oleh suara angin dan ban. Penumpang belakang puas dengan penempatan speaker tinggi! Embusan udara segar dari AC juga dirasakan dengan baik sampai ke jok paling belakang.

Dengan ukuran yang kompak, Freed menjadi MPV yang sangat lincah di segmennya (termasuk MPV segmen di bawahnya). Ini sangat membantu pengemudi saat parkir atau bermanuver di jalanan sempit.


Fitur
. Mobil ini dilengkapi dengan sistem informasi yang ditayangkan melalui layar LCD, antara lain konsumsi bahan bakar rata-rata, jarak yang bisa ditempuh dengan bahan bakar tersisa, odometer, dan tripmeter. Informasi kerja mesin (takometer), kendaraan (spidometer), dan indikator bahan bakar ditayangkan secara digital.

Untuk hiburan, digunakan audio double DIN yang bisa memainkan CD dan radio dengan suara cukup bagus. Juga sudah tersedia koneksi untuk iPod, MP3 player, dan USB flashdisk.

Ada pula perlengkapan lain sekaligus pengaman, yaitu keyless entry untuk membuka dan menutup pintu. Selain itu, tersedia juga tombol untuk membuka dan menutup pintu geser belakang di depan kanan pengemudi.

Fitur lain adalah anti-lock braking system (ABS), electronic brakeforce distribution (EBD), dan brake assist (BA). Khusus untuk versi dengan power sliding door ditambahkan lagi dua airbag.

Tak kalah menarik, sebagai mobil keluarga, di Freed juga disediakan berbagai kotak penyimpanan berbagai jenis barang, mulai dari botol dan kaleng minuman sampai jenis lain. Dengan banyaknya fitur, kualitas materi yang bagus, dan berbagai kemampuan lebihnya, wajarlah bila Honda memosisikan Freed di kelas menengah, kendati ukurannya kompak. (Habis)

Spesifikasi Mesin Freed
Mesin
4 silinder, SOHC, 16 katup, i-VTEC
Kapasitas
1.500 cc
Tenaga maks. 118PS@6.600 rpm
Torsi maks.
10,4,9 kgm @4.800 rpm
Berat total
1.280 kg
Radius belok maks.
5,2
Kapasitas tangki bensin
42
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau