Kesalahan Monsieur adalah Menjual Senjata ke Iran

Kompas.com - 24/11/2009, 12:30 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Jacques Monsieur kini hanya bisa duduk sebagai pesakitan yang terancam mendekam di bui selama 20 tahun. Pasalnya, penjual senjata asal Belgia itu sudah dinyatakan bersalah lantaran secara ilegal menjual mesin pesawat tempur dan suku cadang dari Amerika Serikat ke Iran.

Pada tahap pertama, Jacques Monsieur menghadapi hukuman penjara maksimal enam tahun dan denda 250.000 dollar AS. Monsieur yang warga negara Perancis itu ditangkap di New York, Agustus lalu.

Dokumen pengadilan menyebutkan ia sebagai penjual senjata yang berpengalaman yang secara aktif memasok persenjataan untuk pemerintahan Iran. Setelah ditahan, Monsieur dituduh melanggar undang-undang yang mengontrol peredaran senjata, penyelundupan, pencucian uang, dan konspirasi.

Tak cuma itu, seturut warta BBC, Selasa (24/11), sejumlah dakwaan bisa menyebabkan hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Petugas mengatakan, sebuah operasi mengungkapkan kalau dia berusaha membeli mesin dan sejumlah suku cadang lain untuk pesawat tempur jet F-5 Fighter.

Mereka menuduhnya telah menerima dana sebesar 110.000 dollar AS di sebuah nomor rekening bank di Alabama pada Juli sebagai pembayaran untuk suku cadang jet. Ia pun diduga menjanjikan 300.000 dollar AS sebagai pembayaran muka untuk dua mesin jet tempur tersebut. Suku cadang itu diduga akan dipakai untuk mengganti suku cadang militer Iran yang dibeli dari AS sebelum revolusi Iran pada 1979.

Di bawah peraturan embargo perdagangan, barang-barang tersebut tidak bisa dijual ke Iran tanpa lisensi resmi dari Pemerintah AS.

Terdakwa lain dalam kasus ini, Dara Fotouhi, seorang warga Iran, masih dalam pengejaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau