GUANGZHOU, KOMPAS.com — Terkait aliansi Renault-Nissan, Pemerintah Kota Guangzhou dan Dongfeng menandatangani kesepakatan untuk mempromosikan transportasi mobil listrik di kota tersebut. Kedua pabrikan mobil tersebut berencana mulai memasarkan mobil listriknya ke pasar China pada 2011.
Renault-Nissan akan melakukan penelitian mendalam untuk mengembangkan infrastruktur dan insentif yang diperlukan untuk mobil listrik. Khususnya, untuk konsumen di Kota Guangzhou.
Kedua pabrikan akan mulai memproduksi mobil listrik untuk dijual ke Amerika Serikat dan Jepang pada tahun depan. Hebatnya, Renault-Nissan telah melakukan 30 perjanjian kerja sama dengan berbagai kota, negara, negara bagian, dan pemerintah untuk mempromosikan mobil listrik yang tidak mengeluarkan emisi. Kedua produsen mobil yang beraliansi itu juga ikut membangun infrastruktur tempat pengisian listrik.
Untuk menjalankan proyek mobil listrik ini, Nissan telah memperkenalkan Leaf pada Agustus lalu. Adapun Renault SA menampilkan empat mobil listrik di Frankfurt Motor Show, September lalu, dan sudah mengumumkan untuk memulai produksi pada tiga tahun mendatang.
Nissan Motor Co atau NMC juga menyatakan akan memproduksi semua kendaraan listriknya di Negeri Tirai Bambu karena pasar mobil di sana saat ini dinilai sebagai yang paling subur di dunia.