4.800 Jarum Suntik Bekas Pecandu Dimusnahkan

Kompas.com - 24/11/2009, 17:47 WIB

MADIUN, KOMPAS.com — Sebanyak 4.800 jarum suntik bekas para pecandu narkoba suntik dimusnahkan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Madiun, Selasa (24/11).

Pemusnahan ribuan jarum suntik bekas ini disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Madiun Wardani dan LSM yang selama ini mendampingi sedikitnya 300 pengguna narkoba suntik di Madiun, Yayasan Bambu Nusantara.

Direktur Yayasan Bambu Nusantara, Andreanus M Uran, mengatakan, ribuan jarum suntik bekas ini diserahkan para pecandu ke yayasan itu untuk ditukar dengan jarum suntik yang steril secara gratis.

Penukaran jarum ini merupakan bagian dari program harm reduction. Selain itu, yayasan mendampingi pecandu agar secara bertahap mengurangi ketergantungannya pada narkoba. "Pemberian jarum suntik ini bukan berarti kami membantu para pecandu memperoleh jarum suntik secara mudah tetapi agar risiko tertular HIV akibat penggunaan jarum secara bergantian bisa ditekan," kata Andre.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Madiun, sebanyak 63 persen dari total penderita HIV/AIDS di Madiun, atau sebanyak 65 orang dari total 103 orang, tertular virus HIV melalui penggunaan jarum suntik bergantian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau