MADIUN, KOMPAS.com — Sebanyak 4.800 jarum suntik bekas para pecandu narkoba suntik dimusnahkan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Madiun, Selasa (24/11).
Pemusnahan ribuan jarum suntik bekas ini disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Madiun Wardani dan LSM yang selama ini mendampingi sedikitnya 300 pengguna narkoba suntik di Madiun, Yayasan Bambu Nusantara.
Direktur Yayasan Bambu Nusantara, Andreanus M Uran, mengatakan, ribuan jarum suntik bekas ini diserahkan para pecandu ke yayasan itu untuk ditukar dengan jarum suntik yang steril secara gratis.
Penukaran jarum ini merupakan bagian dari program harm reduction. Selain itu, yayasan mendampingi pecandu agar secara bertahap mengurangi ketergantungannya pada narkoba. "Pemberian jarum suntik ini bukan berarti kami membantu para pecandu memperoleh jarum suntik secara mudah tetapi agar risiko tertular HIV akibat penggunaan jarum secara bergantian bisa ditekan," kata Andre.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Madiun, sebanyak 63 persen dari total penderita HIV/AIDS di Madiun, atau sebanyak 65 orang dari total 103 orang, tertular virus HIV melalui penggunaan jarum suntik bergantian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang