Tiga Pipa Siluman Itu Ada di Sungai Paras

Kompas.com - 24/11/2009, 19:05 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, Jawa Timur, di Sungai Paras, Kecamatan Lawang, Selasa (24/11), menemukan tiga titik pipa siluman—pipa yang jaringannya terselubung—yang diduga sengaja membuang limbah berbahaya ke sungai.

Terkait adanya pencemaran Sungai Paras, yang merugikan warga yang tinggal di kawasan sungai, sehingga warga mengalami gatal dan pusing ketika berada di sisi sungai.

Wakil ketua Komisi D Achmad Andi mengatakan, dari ketiga titik itu, salah satunya ditemukan di Desa Kalirejo, sementara dua lainnya ditemukan di aliran sungai tepat di sebelah Perum Istana Bedali Agung.

Dengan penemuan ini, DPRD akan berusaha mencari tahu lokasi pabrik yang sengaja membuang limbahnya ke Sungai Paras, yang mengakibatkan sungai itu berwarna hitam dan baunya menyengat.

"Kami sekarang belum berani menyimpulkan pabrik mana saja yang membuang limbahnya ke sungai," kata Achmad seusai sidak.

Sementara itu, DPRD langsung mengambil sampel air sungai itu untuk dilakukan uji laboratorium. Dengan temuan ini, jika terbukti DPRD akan melakukan koordinasi dan akan memanggil perusahaan yang sengaja membuang limbahnya ke sungai paras.

Staf Badan Lingkungan Hidup (BLH) Setyo Budi, yang ikut mendampingi sidak itu, mengaku sulit menembus dinding pabrik, jika harus mencari tahu asal limbah yang dibuang tanpa diolah ke Sungai Paras.

Sebab, pagar pabrik bagian belakang sangat tinggi sehingga BLH merasa kesulitan melakukan penelusuran limbah.

"Sejak dari Singosari sampai Lawang berdiri sekitar 15 pabrik yang berpotensi membuang limbahnya ke Sungai Paras," katanya.

Sidak ini dipimpin langsung Ketua Komisi D, Sugeng Pujiayanto, dengan menyusuri Sungai Paras dari hilir Desa Mulyoarjo hingga ke hulu yakni ke Desa Bedali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau