Korban Dumex Menginap di Pelabuhan

Kompas.com - 25/11/2009, 01:20 WIB

DUMAI, KOMPAS.com - Sebagaian dari korban selamat kecelakaan kapal motor (KM) Dumai Express (Dumex) 10 kini memilih untuk menginap di Pelabuhan Dumai, Riau sampai menunggu kejelasan mengenai tanggung jawab perusahaan pelayaran itu terhadap mereka.

Mereka yang bertahan dan menginap di ruangan kedatangan Terminal Domestik Pelabuhan Dumai, Selasa malam, adalah warga setempat yang menjadi korban, kemudian dari Sumatra Barat (Sumbar) dan sebagian kecil korban selamat yang berasal dari Sumatra Utara (Sumut).

Sedangkan sebagian korban selamat lainnya telah diberangkatkan menggunakan bus yang telah disedikan oleh pihak perusahaan Dumai Express menuju sejumlah daerah di Sumut.

"Beri kami kesempatan untuk istirahat untuk menenangkan diri dulu sebelum kami bicarakan sampai dimana tanggung jawab perusahaan, baru kami dipulangkan," ujar Zulfan Siregar (54) warga Rantau Parapat, Sumut.

Menurutnya, para korban yang selamat masih mengalami trauma dan kelelahan setelah apa yang dialami dalam beberapa hari terakhir setelah tenggelamnya kapal yang ditumpangi di perairan Karimun, Kepulauan Riau, Minggu, (22/11).

Kami di sini adalah korban ketidakbecusan perusahaan dalam mengelola perusahaan, sehingga nyawa kami yang menjadi taruhan," jelasnya.

Kepala Operasional Pelabuhan Dumai Express, Jailani, mengaku, meski pihaknya menyediakan bus gratis yang mengantarkan para korban selamat menuju daerah asal Riau, Sumbar dan Sumut, namun tidak bisa memaksa karena permintaan para korban belum ada keputusan dari perusahaan.

"Kami belum bisa memutuskan mengenai tanggung jawab kami kepada para korban yang selamat, telepon seluler pimpinan masih belum aktif karena berduka setelah meninggalnya pemilik Dumai Express yang turut menjadi korban," ujarnya.
     
Sebelumnya keributan yang dilakukan sebagian korban selamat kecelakaan KM Dumai Express sempat mewarnai pemulangan ke daerah asal mereka ketika tiba di Pelabuhan Dumai.Mereka menuntut tanggung jawab pihak perusahaan karena mereka harus berjuang melawan maut dan bertahan di tengah laut sekitar empat jam setelah kapal yang ditumpangi dihantam ombak setinggi enam meter.

"Sudah bolak-balik kami didata, apa perusahaan tidak tahu bagaimana kami bertahan hidup di laut sampai barang-barang berharga kami hilang semua," kata Farida, (44) korban selamat.

Korban selamat yang diberangkatkan menggunakan KM Trisula dari Karimun menuju Dumai sebanyak 111 orang, namun
17 orang di antaranya minta diturunkan di Bengkalis, Riau karena mereka penduduk daerah itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau