Banyak Masalah, Indonesia Tarik 461 TKI dari Kuwait

Kompas.com - 25/11/2009, 10:48 WIB

MATARAM, KOMPAS.com — Pemerintah Indonesia akan segera memulangkan sebanyak 461 TKI yang kini bekerja di Kuwait karena berbagai permasalahan.
    
"Dari jumlah tersebut baru sekitar 60 orang yang sudah dipulangkan, selebihnya sedang dalam persiapan," kata Humas Depnakertrans Subhan kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (25/11).
    
Di sela kesibukan menghadiri pembukaan program Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) oleh Menakertrans Muhaimin Iskandar, dia menjelaskan, Pemerintah Indonesia tidak akan mengirim calon TKI ke Kuwait hingga berbagai permasalahan TKI selesai.
     
Berbagai permasalahan yang dihadapi TKI di Kuwait, antara lain pembayaran gaji yang rendah, asuransi tidak terbayar, pekerjaan yang tanpa batas, dan masalah kekerasan.
     
"Minat masyarakat Indonesia untuk bekerja di Kuwait, termasuk di Arab Saudi, sangat besar, lebih dari 40.000 orang per bulan sehingga bagaimanapun permasalahan TKI di negara tersebut harus secepatnya diselesaikan," katanya.
     
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Agus Patria mengatakan, dari sekitar 4.610 TKI yang akan dipulangkan dari Kuwait, tidak ada yang dari NTB. "Para TKI yang dideportasi dari Kuwait tersebut kebanyakan berasal dari Jawa, tetapi kami akan terus memantau kemungkinan ada dari NTB," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau