Calon Istri Helmy Yahya Petinggi Bank Nasional

Kompas.com - 25/11/2009, 10:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Raja Kuis Helmy Yahya (46) tak mau berlama-lama menyandang status duda. Dia akan menikahi Febriyanti, pimpinan sebuah bank nasional, tanggal 16 Januari 2010.

”Doain saya agar semuanya bisa berlangsung dengan baik dan sesuai dengan harapan saya dan dia. Insya Allah kalau tidak ada halangan dan rintangan, maka awal tahun depan, tepatnya tanggal 16 Januari 2010, saya akan menjalani posisi saya sebagai pendamping,” ujar Helmy saat ditemui di Studio RCTI, Selasa (24/11).

Helmy mengatakan, setelah menjalani kesendirian dia merasa butuh sosok istri—juga sosok ibu bagi anak-anaknya—yang baik. ”Karena (belakangan ini) cukup repot, ketika saya harus bekerja dan juga harus mengurus anak. Membagi waktu itulah yang cukup repot,” katanya.

Calon istrinya itu, menurut Helmy, jauh lebih muda dari dia. Helmy kini berumur 46 tahun, sedangkan sang calon istri berumur 30-an dan kini berkarier di sebuah bank nasional. Namun, ketika ditanya nama maupun banknya, Helmy tak mau menjawab.

”Yang pasti usianya lebih muda dari saya. Pokoknya, dia adalah salah satu petinggi (di sebuah) bank nasional,” ujarnya.

Helmy mengaku pernikahannya ini mendapat dukungan dari keluarga besarnya. Sebelum menikah, dia memberikan syarat kepada calon istrinya.

"Syarat saya yaitu dia harus bisa menerima saya apa adanya dan menerima anak-anak saya. Cuma itu syarat saya untuk menikah. Ternyata, dia bisa menerima saya apa adanya,” ungkapnya.

Untuk persiapan menikah, Helmy mengaku sudah memesan pakaian pengantin kepada salah satu perancang ternama, Aming Brutus. Dia juga sedang membuat surat undangan dan mendaftar siapa saja yang perlu diundang.

Amin dari rumah mode Brutus membenarkan tengah merancang busana untuk Helmy Yahya. ”Kamis lalu Pak Helmy sudah datang dan mengukur baju,” katanya kemarin.

Menurut Amin, dia masih mencari konsep busana pengantin yang tepat untuk duda empat anak tersebut. ”Kira-kira yang cocok seperti apa,” ucapnya.

Diperoleh keterangan, calon istri Helmy, Febriyanti, sudah berkonsultasi dengan rumah mode Anne Avantie di Kelapa Gading. Namun, seorang petugas di rumah mode tersebut mengaku tidak tahu ketika ditanya apakah calon istri Helmy itu sudah datang memesan baju pengantin atau belum.

Helmy bercerai dengan istri pertamanya, Harfansy Yahya atau Acy, karena dia memergoki sang istri berduaan dengan seorang pria. ”Suatu malam saya mendapati di rumah saya di Bintaro, istri saya bersama pria. Saat itu jam 12.30 dini hari dan di rumah itu tidak ada siapa-siapa, termasuk pembantu,” ujar Helmy memberi alasan soal perceraiannya beberapa waktu lalu.

Dari pernikahannya dengan Acy, Helmy dikaruniai empat orang anak. (cel/tat)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau