Imparsial: Pekan Depan Bibit-Chandra Harus Kembali ke KPK

Kompas.com - 25/11/2009, 14:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Imparsial mendesak Kejaksaan Agung menindaklanjuti permintaan Presiden untuk menyampingkan kasus Bibit-Chandra dalam waktu satu minggu ini. Jika Kejaksaan berkeras untuk menunda hingga dua minggu, dikhawatirkan dampak yang terjadi akan lebih besar dari kasus awalnya.

"Tindakan Hendarman yang menunda-nunda hanya akan membuat masalah lebih besar, Selasa depan Bibit-Chandra harus sudah kembali ke KPK, " ujar, Direktur Eksekutif Imparsial Rachlan Nashidik, di kantor Imparsial, Jakarta, Rabu (25/11).

Ia menuturkan, alasan Jaksa Agung bahwa penyampingan kasus (seponeer) baru bisa dilakukan jika berkas telah lengkap tidaklah mendasar. Dalam diskursus ilmu hukum, dikenal tiga jenis seponeer. Pertama seponeer yang bersifat teknis dan absolut, yaitu yang disebabkan oleh kenyataan berupa ketiadaan alat bukti. Yang kedua adalah seponeer sebagai kebijakan publik. dan yang ketiga adalah seponeer bersyarat.

"Pada seponeer jenis ketiga penuntutan dapat kembali dilakukan jika telah cukup bukti yang membuat perkara bisa diajukan ke pengadilan," kata dia.

Dikatakannya, seponeer jenis pertama yang bersifat absolut dapat ditetapkan bagi kasus Bibit, melalui penerbitan Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKP2). Sementara bagi Chandra Hamzah yang berkasnya belum lengkap dapat dikeluarkan seponeer jenis kedua, yakni penghentian penuntutan atas dasar kebijakan publik yang telah ditetapkan presiden.

Rachland menegaskan, kedua jenis seponeer tersebut harus dikeluarkan dalam waktu dekat agara kasus Bibit-Chandra tidak berlarut. Selain itu, jika permasalahan Bibit-Chandra cepat diselesaikan, para aparat penegak hukum mempunyai waktu yang lebih panjang untuk mengurusi kasus lain.

"Jika Jaksa Agung tidak melakukan seponeer, maka Imparsial akan memimpin gerakan yang lebih besar. Jangan main-main dengan kepercayaan publik," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau