Berapa Lama Seharusnya Bayi Tidur?

Kompas.com - 25/11/2009, 14:17 WIB

KOMPAS.com — Bagi para orangtua muda yang baru saja memiliki bayi, akan ada saja hal-hal baru yang harus dipelajari tentang si bayi. Tak terkecuali masalah tidur si bayi. Sudah merupakan pengetahuan umum bahwa bayi yang baru lahir akan memerlukan tidur yang cukup dan lama. Namun, seberapa lama tidur bayi hingga bisa dibilang cukup? Berikut panduan perkiraan umum lamanya waktu tidur yang cukup untuk bayi dari usia 1 minggu hingga 1 tahun.

Usia 1-4 minggu
Bayi baru lahir umumnya akan tertidur sekitar 15-18 jam per hari. Namun, tidurnya terputus-putus. Setiap usai tertidur 2 jam, ia akan terbangun, dan begitu seterusnya. Sementara bayi yang terlahir prematur umumnya akan tidur lebih lama, bayi yang memiliki masalah kolik tidurnya lebih cepat.

Pada usia ini, si bayi belum memiliki pola apa pun. Bahkan mereka belum memiliki jam internal tubuh biologis atau biasa dikenal dengan ritme sirkadia sehingga mereka belum memiliki sensitivitas terhadap cahaya dan gelapnya malam selayaknya manusia dewasa. Ini adalah hal yang normal. Anda harus bisa beradaptasi dengan jam biologis si kecil. Di usia ini, saat tertidur, anak sering kali menimbulkan gerakan-gerakan seperti terkejut, dan saat akan tertidur atau terbangun, matanya akan bergerak-gerak. Ini adalah hal yang normal.

Usia 5-8 minggu
Ketika memasuki usia 6 bulan, si bayi sudah bisa berekspresi dengan tersenyum, dan ia sudah mulai merasa nyaman dengan keadaan sekitarnya. Pada usia ini, Anda mungkin akan mulai melihat adanya pola tidur. Periode tidur terlamanya akan berlangsung antara 4 dan 6 jam serta cenderung mulai teratur pada sore menjelang malam. Sekitar 2 jam, si bayi akan mampu bertahan untuk tetap terjaga, bahagia, dan tidak mengantuk. Ia akan membutuhkan tidur siang dengan rentang waktu tersebut. Usahakan tidak membuat si kecil merasa kelelahan karena ia bisa jadi rewel dan tidak nyaman. Ketika si bayi kekurangan waktu tidur siang, tubuhnya akan memproduksi hormon yang melawan kelelahan dan bisa menyebabkannya sulit tidur di malam hari. Jadi, penting untuk sensitif terhadap kebutuhan si kecil.

Pelajari gerak-gerik tanda si kecil sudah kelelahan. Misal, ia menggaruk mata, menarik telinga, bahkan adanya warna kehitaman di bawah mata. Buat agar si kecil merasa nyaman dan hangat, lalu bawa ia ke tempat tidurnya. Pada fase ini, ia sedang membangun sensitivitas terhadap lingkungannya, mulai mengenali tanda-tanda cahaya, suara, dan getaran di sekitarnya. Jadi, ketika ia tertidur, ia seharusnya berada dalam lingkungan yang tenang, tak banyak aktivitas gerakan, dan dalam ruangan yang temaram atau gelap. Semua hal ini akan membantu si kecil membangun tidur yang lebih teratur.

Usia 3-4 bulan
Saat ini, bayi Anda sudah mulai membangun kebiasaan waktu tidur selama 2/3 pada malam hari, dan 1/3-nya lagi pada siang hari. Ini merupakan tahap awal untuk membangun siklus tidur yang rutin di malam hari. Pada tahap ini, Anda bisa mencoba untuk mulai membangun rutinitas dan konsistensi jam tidur agar ia bisa membangun kebiasaan tidur yang sehat. Ia harus belajar untuk bisa tidur tanpa harus dibantu dan ditemani. Di tahap ini, ia sudah membangun ketertarikan terhadap dunia di sekitarnya. Maka dari itu, penting untuk menempatkannya di ruangan yang tenang, gelap, dan bisa membantunya tidur lebih tenang.

Usia 4-8 bulan
Idealnya, waktu tidur anak di usia ini adalah sekitar 15 jam per hari. Namun, tak jarang juga anak tidur hanya 12 jam. Membangun kebiasaan tidur yang sehat adalah tujuan utama pada periode ini karena si kecil sudah mulai bersosialisasi, dan pola tidurnya sudah mengikuti pola orang dewasa.

Kuncinya adalah untuk bersikap sensitif terhadap kebutuhan tidurnya agar bisa beradaptasi dan sinkron terhadap gaya hidup dan jadwal aktivitas Anda. Anda bisa sama saja menyakiti si kecil jika membiarkan waktu tidurnya tidak berpola baik. Kekurangan tidur sama berbahayanya dengan memberikannya makanan tak bernutrisi.

Akan ada kalanya si bayi menangis ketika akan ditaruh kembali ke tempat tidurnya. Kecuali jika si kecil merasa lapar, atau sakit, jangan selalu mengangkatnya dari tempat tidur di malam hari. Memulai rutinitas tidur sejak dini dan konsisten adalah kunci sukses untuknya bisa memiliki pola tidur sehat. Biasanya hanya butuh beberapa hari untuk belajar tertidur sendiri tanpa ditemani. Namun, hal itu tergantung pada Anda untuk menjaga jadwal dan kebiasaan rutinitasnya agar tidak tersesat. Umumnya, di usia ini, bayi akan terbangun pada pagi buta (pukul 05.00-06.00) dan kembali tertidur atau terjaga kembali tak lama kemudian (sekitar pukul 07.00). Ini merupakan bagian dari jam biologisnya.

Usia 9-12 bulan
Di rentang usia ini, bayi Anda tertidur antara 10 dan 12 jam per malamnya, dua kali tidur siang, dan tak butuh lagi diberikan makan pada tengah malam. Dengan berkurangnya waktu tidur siang si kecil, Anda akan melihat tanda-tanda bahwa ia butuh tidur lebih cepat. Hal ini bisa bervariasi, tergantung jadwal tidur siangnya, karena perbedaan 20 menit saja bisa mengakibatkan perubahan sikap yang cukup drastis. Membiarkan si kecil tertidur lebih cepat membantu si kecil untuk tidur lebih lama dan nyenyak. Sementara itu, membiarkannya tertidur larut malam justru bisa membuatnya terjaga di tengah malam dan menimbulkan masalah seputar tidurnya.

Di usia ini, si bayi sudah mulai bersosialisasi dan mengekspresikan dirinya, dan akan mulai tidak kooperatif. Ia akan lebih tertarik untuk bermain dengan Anda dan mengeksplorasi dunia, ketimbang harus masuk ke kamar gelap untuk tidur siang. Padahal, tidur siang amat penting untuknya karena, jika tidak, maka ia akan merasa kelelahan pada malam hari. Masalah tidur pada malam hari yang terakumulasi akan menciptakan siklus yang tak baik dan menjurus pada kesulitan terhadap emosional dan sikap.

Memberikan kesempatan untuk si kecil merasa tenang dan mencoba tertidur tanpa ditemani amat penting untuk membangun kebiasaan tidur yang baik, tidur yang nyenyak, dan mencegah masalah tidur di masa depan. Dalam bukunya yang berjudul Healthy Sleep Habits, Happy Child, Mark Weissbluth, MD, mengatakan bahwa masalah tidur yang dihadapi bayi usia 4-12 bulan terbentuk karena kesalahan orangtua yang tak bisa menghentikan kebiasaan tidur yang buruk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau