Presiden Tak Keberatan Pencopotan Susno Duadji

Kompas.com - 25/11/2009, 21:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemberhentian Komisaris Jenderal Susno Duadji sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia sesuai tindak lanjut yang diinginkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait rekomendasi Tim Delapan. Hal tersebut dikatakan Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha.

"Artinya, tanpa harus diinstruksikan oleh Presiden, Kapolri sudah merespons apa yang disampaikan terkait rekomendasi Tim Delapan dalam kasus hukum pimpinan KPK. Dan, Presiden tidak keberatan," tandas Julian, Rabu (25/11) malam, melalui telepon selulernya di Ambon, Maluku. Julian tengah mengikuti rombongan Presiden Yudhoyono melakukan kunjungan kerja di Ambon.

Ditanya, bagaimana harapan Presiden Yudhoyono terhadap pergantian Susno dengan Inspektur Jenderal Ito Sumardi, Julian mengaku pihaknya belum menanyakan kepada Presiden. Sejauh ini, Presiden tidak keberatan dengan keputusan pemberhentian Susno Duadji.

Sebelumnya, Presiden menyatakan bahwa kasus yang menyeret Chandra dan Bibit sebaiknya tidak dibawa ke pengadilan dengan berbagai pertimbangan. Presiden juga menginstruksikan kepada semua lembaga hukum untuk melakukan koreksi dan perbaikan internal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau