Bandar Lampung, Kompas -
Kepala Humas Perum Bulog Lampung Edi Hanif, Rabu (25/11), mengatakan, berdasarkan surat Pemkab Pringsewu tentang surat permintaan alokasi raskin kabupaten, raskin untuk November 2009 diminta untuk didistribusikan mulai minggu kedua November 2009. Namun, kenyataannya, sampai menjelang akhir November ini yang tersalurkan jauh di bawah target, yaitu hanya 31 persen.
Di Kabupaten Pringsewu terdapat 25.628 rumah tangga sasaran (RTS) raskin. Mereka tersebar di 101 desa atau kelurahan di delapan kecamatan di Kabupaten Pringsewu.
Dari jumlah RTS raskin, total kuota raskin Pringsewu mencapai 384,420 ton per bulan. Pendistribusian raskin dilakukan di 97 titik distribusi yang disepakati penerima.
Akan tetapi, ujar Edi, realisasi permintaan Pemkab Pringsewu tersebut jauh dari harapan. Sampai dengan 19 November 2009 belum ada satu kecamatan pun yang penyalurannya 100 persen selesai. Bahkan, ada empat kecamatan yang realisasi distribusi nol atau sama sekali belum menebus raskin, yaitu Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Sukoharjo, Kecamatan Adi Luwih, dan Kecamatan Banyumas.
Padahal, sesuai jadwal penyaluran raskin kabupaten/kota untuk Lampung tahun 2009, di bulan November seharusnya sudah merupakan bulan untuk menyalurkan raskin alokasi Desember. Oleh karena alokasi November saja baru tersalurkan 31 persen, alokasi Desember di Pringsewu belum tersalurkan. Sampai 19 November 2009, penyaluran raskin baru mencapai 119,940 ton untuk 7.996 RTS dari rencana 384,420 ton untuk 25.628 RTS.
Berdasarkan data Perum Bulog Lampung, dari delapan kecamatan di Pringsewu, baru empat kecamatan yang melakukan penyaluran. Dari rencana penyaluran sebesar 64,905 ton untuk 4.327 RTS, baru terealisasi sebesar 29,430 ton untuk 1.962 RTS.
Edi mengatakan, melihat realisasi tersebut, Perum Bulog Lampung meminta Pemkab Pringsewu supaya mau membantu masyarakat, terutama dalam penebusan raskin.