Realisasi raskin

Di Pringsewu Tersalur Baru 31 Persen

Kompas.com - 26/11/2009, 04:26 WIB

Bandar Lampung, Kompas - Perum Bulog Lampung menyatakan, penyaluran beras untuk keluarga miskin atau raskin di Kabupaten Pringsewu, November 2009, baru terealisasi 31 persen. Bulog Lampung berharap Pemerintah Kabupaten Pringsewu turun tangan membantu distribusi.

Kepala Humas Perum Bulog Lampung Edi Hanif, Rabu (25/11), mengatakan, berdasarkan surat Pemkab Pringsewu tentang surat permintaan alokasi raskin kabupaten, raskin untuk November 2009 diminta untuk didistribusikan mulai minggu kedua November 2009. Namun, kenyataannya, sampai menjelang akhir November ini yang tersalurkan jauh di bawah target, yaitu hanya 31 persen.

Di Kabupaten Pringsewu terdapat 25.628 rumah tangga sasaran (RTS) raskin. Mereka tersebar di 101 desa atau kelurahan di delapan kecamatan di Kabupaten Pringsewu.

Dari jumlah RTS raskin, total kuota raskin Pringsewu mencapai 384,420 ton per bulan. Pendistribusian raskin dilakukan di 97 titik distribusi yang disepakati penerima.

Jauh dari harapan

Akan tetapi, ujar Edi, realisasi permintaan Pemkab Pringsewu tersebut jauh dari harapan. Sampai dengan 19 November 2009 belum ada satu kecamatan pun yang penyalurannya 100 persen selesai. Bahkan, ada empat kecamatan yang realisasi distribusi nol atau sama sekali belum menebus raskin, yaitu Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Sukoharjo, Kecamatan Adi Luwih, dan Kecamatan Banyumas.

Padahal, sesuai jadwal penyaluran raskin kabupaten/kota untuk Lampung tahun 2009, di bulan November seharusnya sudah merupakan bulan untuk menyalurkan raskin alokasi Desember. Oleh karena alokasi November saja baru tersalurkan 31 persen, alokasi Desember di Pringsewu belum tersalurkan. Sampai 19 November 2009, penyaluran raskin baru mencapai 119,940 ton untuk 7.996 RTS dari rencana 384,420 ton untuk 25.628 RTS.

Berdasarkan data Perum Bulog Lampung, dari delapan kecamatan di Pringsewu, baru empat kecamatan yang melakukan penyaluran. Dari rencana penyaluran sebesar 64,905 ton untuk 4.327 RTS, baru terealisasi sebesar 29,430 ton untuk 1.962 RTS.

Edi mengatakan, melihat realisasi tersebut, Perum Bulog Lampung meminta Pemkab Pringsewu supaya mau membantu masyarakat, terutama dalam penebusan raskin. (hln)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau