Wah, Produsen Es Diamond Digugat Pailit

Kompas.com - 26/11/2009, 13:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Lantaran piutangnya tidak kunjung dibayar, PT Satyamitra Surya Perkasa pun menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan pailit terhadap PT Diamond Cold Storage di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Diamond Cold yang merupakan salah satu produsen es krim terbesar di Indonesia ini mempunyai utang yang telah jatuh tempo sejak setahun lalu sebesar Rp 3,560 miliar.

Satyamitra adalah perusahaan asal Surabaya yang bergerak dalam jasa konstruksi. Berdasarkan berkas gugatan yang dilayangkan pada 12 November 2009, Satyamitra merupakan pihak yang ditunjuk Diamond Cold untuk melakukan pekerjaan pembangunan tempat produksi atau gudang pendingin. Kerja sama kedua perusahaan ini tercantum dalam perjanjian berjudul "Contract for Civil Work, Concrete Works, Finishing Works, Mechanical and Electrobical Works to the Proposed Manufacturing Fasility at Blok EE-2 Jl. Halmahera, MM2100 Cibitung for PT Diamond". Perjanjian itu ditandatangani keduanya pada 2 Mei 2007.

Merujuk perjanjian itu, Satyamitra melakukan pembangunan tempat produksi atau gudang pendingin berdasarkan gambar dan spesifikasi perencanaan dari Austin South East Asia Pty Ltd. Dalam proyek itu, keseluruhan pekerjaan dipimpin langsung Steve Belncowe dari Austin. Karena telah memenuhi seluruh pekerjaan sesuai perjanjian awal, sesuai kesepakatan, Satyamitra pun menerima sebagian pembayaran yang dijanjikan sebesar Rp 27,637 miliar. Pembayaran ini mengucur setelah ia sebelumnya melampirkan berbagai persyaratan, seperti kuitansi pembayaran, invoice, faktur pajak standar, dan berita acara kemajuan pekerjaan yang telah disetujui dan ditandatangani Steve.

Belakangan, Satyamitra mendapatkan pekerjaan tambahan. Dia pun kembali menerima haknya berupa pembayaran awal berdasarkan pekerjaan tambahan itu sebesar Rp 4,49 miliar. Namun, di proyek tambahan Diamond Cold itu, benih sengketa di antara dua perusahaan ini justru muncul. Semua berawal ketika Diamond Cold tidak membayar Satyamitra. Selain tidak membayar proyek tambahan itu, Satyamitra menuding Diamond Cold belum melunasi seluruh proyek sesuai perjanjian awal. "Beberapa tagihan pekerjaan tambahan tidak dibayar meski kami sudah memenuhi persyaratan," ungkap Edward Lontoh, pengacara Satyamitra, Rabu (25/11). (Yudho Winarto/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau