JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak dua orang mantan ajudan Antasari Azhar hadir dalam sidang Antasari sebagai saksi pada hari ini di PN Jakarta Selatan. Keduanya pernah melihat (alm) Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen menyambangi Antasari di KPK.
"Saya pernah lihat (Nasrudin datang ke KPK)," kata Fajar Heri Kuncoro dalam sidang Antasari di PN Jakarta Selatan, Kamis (26/11). Ia adalah anggota Polri yang pernah yang diberi tugas untuk menjadi ajudan Antasari sejak awal 2008.
Menurutnya, Nasrudin datang menemui Antasari di KPK lebih dari satu kali. Nasrudin tidak lama menemui Antasari, antara 15-20 menit. Ia pun tidak tampak jengkel atau marah sebelum dan sesudah bertemu Antasari.
Hal ini dibenarkan oleh Imam Syafei, ajudan Antasari lainnya, yang bersaksi setelah Fajar. "Biasa saja," ujar Imam menggambarkan ekspresi Nasrudin.
Ia dan Fajar juga sama-sama pernah menemani Antasari bertemu Sigid Haryo Wibisono di rumah Sigid di Jalan Pati Unus 35. Bahkan, Imam pernah menemani Antasari ke Hotel Mahakam. Ke tempat tersebut, Antasari pergi seusai jam kantor. Namun, mereka tidak tahu apa tujuan Antasari menemui Sigid dan bertemu siapa Antasari di Hotel Mahakam.
"Kalau Pak Wiliardi saya tidak pernah bertemu," ucap Fajar yang diamini oleh Imam.
Lebih lanjut, Fajar yang sebelumnya bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) tetap bertugas di KPK. Ia tetap memberikan layanan pada Antasari dan keluarganya.
"Petunjuk pimpinan untuk rekan-rekan pengawal untuk sementara di-stand by-kan di kantor, kalau bapak (Antasari) butuh dokumen. Istrinya (Antasari) masih membutuhkannya untuk ngasih baju ke sel," terang Fajar.
Yang menarik, seusai memberikan kesaksian, Fajar langsung menghampiri Antasari yang duduk di pojok kanan. Ia meraih tangan kanan Antasari dan menciumnya penuh hormat. Setelah itu ia menyalami seluruh kuasa hukum Antasari, 3 hakim, dan anggota jaksa.
Hal serupa juga dilakukan oleh Imam. Walau tidak sampai mencium tangan Antasari, tetapi Imam langsung menyalami Antasari sebagai yang pertama. Kejadian langka yamg tidak dilakukan saksi lain, seolah ingin tetap menghormati tuannya saat masih aktif di KPK.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang