Korban Tewas Dumai Express 10 Menjadi 38 Orang

Kompas.com - 26/11/2009, 20:02 WIB

KARIMUN, KOMPAS.com — Korban tewas akibat tenggelamnya MV Dumai Express 10 di Perairan Tukong Iyu, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, hingga Kamis (26/11) pukul 19.00 WIB bertambah empat orang.

Informasi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karimun menunjukkan, keempat korban yang dievakuasi Tim SAR itu adalah Siti Aisah (50), warga Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang, Sumatra Utara, yang dievakuasi oleh Patkamla Buru milik Pangkalan Angkatan Laut Karimun, Kamis pagi.

Kemudian Jesica Amelia Siregar (6), putri Zulhamka Siregar, warga Batam yang ditemukan oleh kapal patroli Polisi Perairan. Berikutnya Supriyadi bin Ngatijan (28), warga Kabupaten Aceh Tamiang yang dievakuasi Patkamla Buru. Jenazah keempat dievakuasi oleh kapal polisi perairan yang bernama Nabila Suci Rahmadani (3,5), tiba pukul 18.30 WIB di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Karimun.

Nabila adalah putri Rika, warga Tebing Tinggi, Sumatera Utara, yang juga cucu dari korban meninggal Siti Aisah. ”Jenazah bayi itu (Nabila) dievakuasi oleh kapal Polisi Perairan,” kata Alfian, sopir ambulans di RSUD Karimun.

Sebagian besar jenazah sulit dikenali karena rusak akibat terendam air, tetapi beberapa ciri-ciri seperti pakaian, perhiasan serta identitas diri masih melekat pada jasad sehingga bisa dikenali keluarganya.

Setiap jenazah yang datang dengan ambulans tidak pernah lepas dari kerumunan warga yang ingin mengetahui identitas jenazah. Tidak pelak isak tangis kerap terjadi ketika mereka meyakini jenazah yang ditemukan itu adalah anggota keluarganya.

Rika, ibunda Nabila, sempat pingsan setelah yakin bahwa mayat bayi tersebut adalah anak kandungnya. ”Dia anak kami, ciri-cirinya memakai gelang tangan besi putih, baju merah jambu bergambar boneka dan beberapa bagian tubuhnya sama dengan anak saya itu,” kata Rika, ibu korban Nabila.

Menurut Rika, anaknya itu berangkat bersama neneknya, Siti Aisah, yang ditemukan telah menjadi mayat pada pagi harinya.

Hal yang sama dituturkan oleh Suwanto (30), warga Tanjungriau, Sekupang, yang meyakini korban Supriyadi adalah adiknya yang dikuatkan dengan identitas diri yang berada pada kantong celana mayat. ”Umurnya sekitar 28 tahun, dia berniat pulang kampung ke Kuala Tamiang,” kata dia.

Dengan ditemukannya empat jenazah tersebut berarti jumlah korban meninggal dalam musibah tenggelamnya kapal tersebut menjadi 38 orang (termasuk Bo Heng, pemilik kapal).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau