Warga Inggris Temukan Harta Karun

Kompas.com - 27/11/2009, 04:13 WIB

LONDON, KOMPAS.com  – Kisah harta karun takpernah surut. Baru-baru ini, sebuah logam emas yang terbesar di Inggris ditemukan tertimbun di lahan pertanian. Oleh para kolektor dan ahli setempat, benda itu ditaksir memiliki nilai 3,28 juta poundsterling atau sekitar 5,5 juta dolar AS.

Benda timbunan Staffordshire
yang ditemukan
Terry Herbert di pertengahan Inggris pada Juli lalu itu meliputi lebih dari 1.500 artikel, terutama emas dan perak yang diperkirakan berasaldari abad ke-7.

Sesuai UU setempat, harta karun tersebut akan dibagi dua antara Herbert sebagai penemu, dan sang pemilik tanah, Fred Johnson. Temuan spektakuler sebelumnya juga terjadi pada situs pemakaman Sutton Hoo, di mana sebuah kapal besar kuburan digali di timur Inggris pada tahun 1939.

Dua museum berharap untuk memperoleh harta karun itu, Birmingham Museum & Art Gallery dan museum keramik, telah menemui sang penemu dan pemilik tanah untuk menaksir berapa uangyang diinginkan. Sekitar selusin item properti telah dipamerkan di British Museum di London belum lama ini. Ratusan orang antre selama berjam-jam untuk menyaksikan apa yang ditampilkan di Birmingham awal tahun ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau