Puting Beliung Mampir 15 Menit ke Pamekasan

Kompas.com - 27/11/2009, 16:42 WIB

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Angin puting beliung kembali terjadi di Pamekasan, Jumat (27/11), menyebabkan tiga rumah warga rusak. Angin yang disertai hujan deras itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat sebagian warga menunaikan salat Jumat.

Kapolsek Tlanakan AKP Bambang Soegiharto, membenarkan kejadian itu. "Itu memang benar terjadi, namun kerusakannya tidak parah," kata Bambang.

Selain rumah, angin kencang di Desa Branta itu juga menyebabkan sebuah pohon tumbang hingga nyaris mengenai rumah warga dan pengendara kendaraan bermotor yang melintas di Jalan Raya Tlanakan.

Menurut dia, saat peristiwa terjadi, dirinya sedang berada di kantor Mapolsek Tlanakan, yang jaraknya hanya sekitar 200 meter dari pohon yang tumbang tersebut. Warga, terang Bambang, terlihat ketakutan saat angin berhembus kencang yang disertai hujan deras. Sebagian di antara mereka bahkan keluar rumah karena ketakutan.
    
"Peristiwa itu tidak berlangsung lama, hanya sekitar 15 menit setelah itu angin reda," terang Kapolsek Bambang.

Selain merusak atap rumah angin puting beliuang yang terjadi di Desa Branta itu juga merusak sebuah lembaga pendidikan di desa tersebut. Banyak genteng pecah akibat hembusan angin, namun tidak ada korban jiwa.
    
Saat ini warga yang rumahnya rusak akibat angin puting beliung tersebut masih melakukan perbaikan, dan menebang pohon yang roboh melintas jalan umum tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau