PAMEKASAN, KOMPAS.com - Angin puting beliung kembali terjadi di Pamekasan, Jumat (27/11), menyebabkan tiga rumah warga rusak. Angin yang disertai hujan deras itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat sebagian warga menunaikan salat Jumat.
Kapolsek Tlanakan AKP Bambang Soegiharto, membenarkan kejadian itu. "Itu memang benar terjadi, namun kerusakannya tidak parah," kata Bambang.
Selain rumah, angin kencang di Desa Branta itu juga menyebabkan sebuah pohon tumbang hingga nyaris mengenai rumah warga dan pengendara kendaraan bermotor yang melintas di Jalan Raya Tlanakan.
Menurut dia, saat peristiwa terjadi, dirinya sedang berada di kantor Mapolsek Tlanakan, yang jaraknya hanya sekitar 200 meter dari pohon yang tumbang tersebut. Warga, terang Bambang, terlihat ketakutan saat angin berhembus kencang yang disertai hujan deras. Sebagian di antara mereka bahkan keluar rumah karena ketakutan.
"Peristiwa itu tidak berlangsung lama, hanya sekitar 15 menit setelah itu angin reda," terang Kapolsek Bambang.
Selain merusak atap rumah angin puting beliuang yang terjadi di Desa Branta itu juga merusak sebuah lembaga pendidikan di desa tersebut. Banyak genteng pecah akibat hembusan angin, namun tidak ada korban jiwa.
Saat ini warga yang rumahnya rusak akibat angin puting beliung tersebut masih melakukan perbaikan, dan menebang pohon yang roboh melintas jalan umum tersebut.