Dradjad: Ada Dua Bravo Tiga Romeo

Kompas.com - 28/11/2009, 14:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ekonom Sustainable Development Indonesia Dradjad Wibowo mengungkapkan ada pihak-pihak tertentu yang berkepentingan soal kucuran dana talangan Bank Century (kini Bank Mutiara) sebesar Rp 6,7 triliun.

Namun, Dradjad enggan menyebut secara rinci mengenai pihak yang dimaksud. Dia menjelaskan, memang ada proses transfer aliran dana setelah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyuntikkan dana talangan ke Bank Century.

"Ada yang masuk ke badan hukum, rekening pribadi, ada yang dipecah-pecah. Ada juga yang sifatnya tunai," ujar Dradjad, saat diskusi Mingguan bertajuk Misteri Bank Century, Sabtu (28/11) di Warung Daun, Jakarta.

Dia juga menyebut ada transaksi pengambilan sejumlah uang tunai pada akhir tahun 2008 dan awal tahun 2009. Menurut Dradjad, hal ini terungkap dari hasil laporan audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan laporan aliran dana Bank Century yang dilakukan oleh Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).

Namun, menurut Dradjad, PPATK perlu memperjelas lagi laporan aliran dana yang telah dilakukan. Pasalnya, dia menilai 50 transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) yang ditemukan oleh PPATK dalam transaksi Bank Century baru mengungkap sebagian saja dari keseluruhan kasus ini. Dia berharap, PPATK menelusuri lapis demi lapis lagi aliran dana bank yang dulu dimiliki Robert Tantular tersebut.

"Itu ada dua bravo tiga romeo perlu dicermati. Kalau fokus ke dua bravo tiga romeo itu, mungin bisa lebih cepat penyelidikannya," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau