JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua MPR Amien Rais, kembali menyuarakan perlunya penonaktifan Boediono sebagai wakil presiden (mantan Gubernur BI) dan Sri Mulyani sebagai menteri keuangan. Keduanya, diindikasi sebagai pengambil kebijakan yang bertanggungjawab atas pengucuran dana talangan Bank Century sebesar Rp6,7 triliun yang diduga tak memiliki dasar hukum.
Amien menilai, keduanya perlu secara sadar menonaktifkan dirinya dan tidak menjadi beban bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal itu dikatakan Amien saat menerima inisiator hak angket di kediamannya, Gandaria, Jakarta Selatan, Minggu (29/11) sore.
"Alangkah baiknya, saya menganjurkan Pak Boediono dan Mbak Mulyani non aktif agar jangan menjadi beban Presiden. Ini berkaitan dengan unsur trust, orang sudah tidak percaya," kata Amien.
Inisiatif nonaktif, menurutnya, harus dilakukan secara sadar oleh Boediono dan Sri Mulyani sendiri. "Pak Boediono harus menunjukkan jiwa kenegarawanan dan menunjukkan seorang ksatria, bukan buto cakil. Semua demi nama baiknya, nonaktif demi memperlancar proses hukum. Seperti kasus Bibit-Chandra, kalau tidak salah ya aktif kembali," ujarnya.
Siapapun yang terlibat dalam kasus Century, ditegaskan Amien, tak bisa dimaafkan. Sementara itu, salah satu inisiator hak angket, Maruarar Sirait kembali menegaskan bahwa angket Century tidak untuk menjatuhkan siapapun. "Tetapi, jangan ada juga yang merasa benar sebelum proses hukum dijalankan," kata Maruarar, anggota Fraksi PDI Perjuangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang