LONDON, KOMPAS.com — Pelatih Arsenal Arsene Wenger menilai kepemimpinan wasit A Marriner saat timnya menjamu Chelsea, Minggu (29/11), cukup buruk. Permainan Chelsea pun juga buruk, tetapi mereka justru mampu menang 3-0.
Pada pertandingan itu, Arsenal memang tampil menyerang dan lebih banyak menguasai permainan. Namun, dua tendangan silang Ashley Cole membuat gawang Arsenal kemasukan. Pertama, bola mengenai kaki Didier Drogba dan gol. Tendangan Cole kedua memaksa Thomas Vermaelen membuat gol bunuh diri. Sementara gol Andrei Arshavin dianulir wasit.
Wasit menganulirnya karena menganggap sebelumnya Eduardo menendang bola yang sudah dipegang kiper Chelsea, Petr Cech. Menurut Wenger, wasit tak bisa menyaksikan hal itu dan sebenarnya bola belum benar-benar dalam penguasaan Cech. Selain itu, kaki pemain Chelsea yang sebenarnya menendang bola itu.
"Bagaimana bisa wasit melihat Eduardo menendang bola dari tangan Cech? Padahal, yang menendang bola dari tangan Cech sebenarnya justru pemain Chelsea. Itu harusnya menjadi gol yang amat penting dalam pertandingan ketat seperti ini dan wasit telah melakukan kesalahan besar," kecam Wenger.
"Apa pendapat Anda tentang performa wasit tahun ini? Pertandingan Chelsea lawan Manchester United ditentukan wasit. Sangat penting para wasit tak melakukan kesalahan," katanya.
Dia melanjutkan, "Saya yakin wasit (Marriner) telah melakukan kesalahan besar dalam pertandingan penting ini. Dia tak bisa mengatakan kepada saya bahwa dia telah melihat Eduardo menendang bola dari tangan Petr Cech. Dia hanya mengatakan Eduardo melakukan aksi berbahaya. Itu bukan keputusan yang tepat."
Tentang jalannya pertandingan, Wenger puas dengan permainan timnya. Sementara, katanya, Chelsea bermain buruk. Mereka hanya bertahan di wilayahnya, kemudian menyerang di saat ada kesempatan.
"Rasanya tak adil mereka mampu mencetak gol. Tapi, kami tak bisa mengubahnya. Tendangan pertama mereka menjadi gol. Umpan silang pertama mereka juga menjadi gol. Setelah itu, keadaan menjadi sulit bagi kami," kata Wenger.
"Para pemain Chelsea sangat kuat secara fisik. Tapi, mereka hanya bertahan di wilayahnya. Mereka banyak kehilangan bola dan membuat beberapa kesalahan teknis. Tapi, kami gagal memanfaatkannya," tambahnya. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang