Ibu Muda Ambruk Ditusuk Perampok, Diselamatkan Suami

Kompas.com - 30/11/2009, 15:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Petugas kepolisian menangkap pelaku perampokan sekaligus penikaman terhadap Juju Jubaedah (28), pemilik warung kopi di depan PT Mahkota Indonesia, Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (30/11).

Pelaku bernama Untung Agus Riyadi (22) ditangkap oleh dua polisi Lalu Lintas (Polantas), Briptu Ahmad Bakri dan Briptu Nasir.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, aksi penodongan disertai penikaman terhadap korbannya itu terjadi saat korban sedang menunggu warung kopinya, didatangi pelaku yang berpura-pura memesan teh manis.

Kondisi warung kopi saat itu sepi dan tak ada satu pun pembeli selain Untung Agus Royadi. Melihat kondisi warung sepi, pelaku melakukan aksinya dengan menodongkan pisau ke Juju. Pelaku meminta uang dan telepon seluler milik korban.

Ibu dua anak itu rupanya melakukan perlawanan dan berteriak minta tolong. Teriakan itu membuat Untung kalap sehingga pisau yang digunakan untuk menodong lalu ditusukkan ke tubuh Juju. Pemilik warung kopi tersebut sempat melakukan perlawanan dengan menangkis pisau yang diarahkan ke tubuhnya. Akibatnya, pisau mengenai pergelangan tangan korban. Bahkan, dada dan perut korban pun terkena tusukan pisau, hingga korban ambruk ke lantai.

Melihat korbannya terkapar, Untung mengambil telepon seluler merek LG GW 300. Namun, saat pelaku kabur, kebetulan dua anggota Polantas tengah melintas.

Dua polisi itu curiga melihat tangan tersangka berlumuran darah dan langsung menanyai Untung yang akhirnya mengakui perbuatannya. Nyawa Juju dapat diselamatkan, setelah suaminya, M Soleh Nasir (25), mendatangi warung kopi Juju. Soleh mendapati istrinya terkapar bersimbah darah, lalu segera membawa korban ke Rumah Sakit Mediros.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Marudud Liberty Panjaitan saat dihubungi mengatakan, tersangka Untung sudah diamankan. "Barang bukti handpone dan jilbab korban yang berlumuran darah dijadikan barang bukti," kata Kapolsek.

Namun, kasus tersebut akan ditangani Polda Metro Jaya. "Nanti kasusnya akan ditangani Polda," ujar Marudud.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau