Laba Bersih BNI Melonjak 123 Persen

Kompas.com - 30/11/2009, 15:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Laba bersih BNI triwulan III-2009 naik 123 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 1,85 triliun. Perolehan laba didukung oleh peningkatan fee based income 24 persen dan pendapatan bunga bersih 16 persen.  ”Tingkat pencadangan menjadi 110 persen dan operasional perusahaan semakin efisien. Bisnis BNI terus tumbuh dengan tetap menjaga kualitas aset,” kata Gatot M Suwondo, Direktur Utama BNI, pada kesempatan paparan kinerja BNI, di Jakarta Senin (30/11).

Sampai triwulan III-2009, BNI membukukan kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 16 persen dari Rp 7,16 triliun pada triwulan III-2008, menjadi Rp 8,31 triliun. Kenaikan pendapatan bunga bersih ini diikuti juga dengan kenaikan fee income sebesar 24 persen dari Rp 2,54 triliun menjadi Rp 3,15 triliun.

Dengan perolehan ini, laba sebelum pencadangan naik sebesar 31 persen dari Rp 4,46 triliun menjadi Rp 5,83 triliun. Sejalan dengan itu, BNI terus memperkuat fundamental keuangan dengan menambah PPAP (provisi) sebesar 7 persen dari Rp 3,26 triliun menjadi Rp 3,48 triliun. Kenaikan laba bersih per saham sebesar 124 persen dari Rp 54 menjadi Rp 121.

Total aset BNI per akhir September 2009 tercatat sebesar Rp 203,10 triliun, atau naik 13 persen dibandingkan posisi akhir September 2008 yang sebesar Rp 179,64 triliun.

Adapun outstanding kredit pada akhir triwulan III-2009 mencapai Rp 122,12 triliun (naik 15 persen) dari Rp 106,42 triliun di akhir triwulan III-2008 lalu. Komposisi kredit masih didominasi oleh kredit usaha kecil dan menengah (UKM) yang mencapai 43 persen, disusul oleh kredit korporasi dan internasional 40 persen, kredit konsumer 15 persen dan pembiayaan syariah sebesar 3 persen.

Di sisi liabilities, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 14 persen dari Rp 143,25 triliun menjadi Rp 163,65 triliun, dengan komposisi 56 persen dana murah (tabungan dan giro) dan 44 persen deposito.

Rasio return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) masing-masing naik dari 0,9 persen menjadi 1,6 persen, dan dari 8,1 persen menjadi 16,2 persen.

Sementara rasio kecukupan modal (CAR) pada level 14,6 persen (setelah memperhitungkan risiko kredit dan risiko pasar). Adapun NPL gross turun dari 6,5 persen menjadi 6,4 persen, tetapi untuk NPL net naik dari 1,1 persen menjadi 1,9 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau