Muladi: Terlalu Dini Minta Boediono-Sri Mulyani Mundur

Kompas.com - 30/11/2009, 16:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Muladi berharap agar masyarakat tidak menstigmatisasi terlebih dulu Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai pihak yang salah dalam keputusan dana talangan Bank Century sebelum didengar keterangannya di Panitia Khusus DPR tentang hak angket Bank Century.

Kedua pejabat itu juga dinilai tidak perlu mengundurkan diri dulu terkait dengan hasil audit investigasi BPK. Terlalu berlebihan meminta keduanya mengundurkan diri dari jabatannya.

Meski begitu, Muladi menyarankan agar Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani menfokuskan juga secara khusus terhadap masalah Bank Century, selain juga menjalankan tugas sehari-harinya sebagai anggota Kabinet Indonesia Bersatu dal pemerintahan.

Demikian disampaikan Muladi saat ditanya pers, seusai memimpin pertemuan     peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan ke-43 Lemhannas di Istana Wapres, Jakarta, Senin (30/11) siang.

"Jangan belum apa-apa, karena berita koran soal Bank Century, keduanya sudah diminta mundur. Mahkamah Konstitusi (MK) saja membatalkan pasal yang meminta pimpinan KPK nonaktif jika sudah menjadi terdakwa, masa ini malah mundur," kata Muladi.

Menurut Muladi, biarkan Boediono dan Sri Mulyani diberi kesempatan untuk menjelaskan apa yang namanya sistemic effect terhadap Bank Century jika tidak dan diberi dana bantuan pemerintah," ungkap Muladi.

Dikatakan Muladi, posisi Wapres Boediono sangat menentukan dalam pemerintahan. "Jika terjadi apa-apa, dikhawatirkan bisa menimbulkan gejolak politik yang tidak kecil bagi jalannya pemerintahan," jelas Muladi. 

Namun, lanjut  Muladi, pihaknya mendukung jika Boediono dan Sri Mulyani harus  memperhatikan masalah Bank Century, selain tugas lainnya di pemerintah. "Sebab, memang kasus Bank Century bisa mempengaruhi citra yang luar biasa di dunia. Gonjang-ganjing ini yang  saya prihatinkan dan khawatirkan ," demikian Muladi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau