GENEVA, KOMPAS.com - Negara anggota G-20 dan G-33 yakin bahwa Putaran Doha dapat diselesaikan pada awal 2010. Tampaknya negara-negara berkembang semakin bersatu untuk memecahkan beberapa isu yang masih tertunda termasuk Produk Khusus (Special Product), pengamanan perdagangan khusus produk pertanian (SSM).
"Kami ingin menjaga agar putaran ini tetap dapat hidup. Kami ingin menyelesaikannya lebih awal dan sukses. Kesuksesan yang kami maksud adalah ramah terhadap pembangunan," ujar Menteri Luar Negeri Brazil Celsom Amorin di Geneva, Minggu (29/11) sore waktu setempat.
Menteri Perdagangan Indonesia Mari E Pangestu yang mendampingi Amorin dan merupakan Ketua G-33 mengatakan juga, kelompok negara berkembang hendak menyampaikan pesan yang sangat jelas kepada negara maju mengenai keinginan mereka. Kesepakatan itu bukan hanya untuk negara berkembang, kata Mari. "Kita masih berada pada posisi pemulihan ekonomi global yang rentan dan tidak boleh mengabaikan bahaya negatif dari proteksionisme yang dapat muncul," ujarnya.
Kesepakatan Doha tinggal 20 persen saja yang belum mendapatkan kesepahaman dari negara berkembang dan negara maju. Isu besar itu antara lain mengenai dukungan domestik (domestic support), special product, tarif kuota, dan SSM. Tetapi untuk mendapatkan kesepakatan menge nai hal ini masih sangat sulit dan alot.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang