BI Masih Telusuri Surat Utang Dubai World

Kompas.com - 30/11/2009, 17:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia masih akan menelusuri besaran surat utang milik Dubai World yang dipegang oleh perbankan sehingga mereka bisa memperhitungkan dampak yang mungkin terjadi di Indonesia.

"Kami masih menelusuri apakah ada yang dipegang oleh industri perbankan di Indonesia dan berapa besarnya. Kami yakin tak berpengaruh terhadap kita," kata Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah di sela-sela Seminar Prospek Industri Keuangan dan Perbankan Tahun 2010 di Jakarta, Senin (30/11).

Menurut Halim, BI baru mengumpulkan informasi-informasi terkait kasus gagal bayar Dubai World ini karena jumlah nilai itu belum jelas.

Bahkan, dia memperkirakan bahwa gagal bayar Dubai World ini akan berdampak besar di Malaysia. Pasalnya, peredaran sukuk terbesar di dunia terjadi di Malaysia. "Dua pertiga peredaran sukuk dunia itu di Kuala Lumpur," katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Persatuan Perbankan Indonesia (Perbanas) Sigit Pramono di tempat yang sama. "Saya berharap persoalan ini (Dubai World) agak terisolasi, tidak merambat seperti kasus subprime di AS," kata Sigit.

Ketua Perbanas ini yakin, Indonesia tidak akan mengalami dampak langsung. "Barangkali investasi di AS dan sekitar agak berpengaruh, dan dampak langsung ke Indonesia saya pikir tidak ada," katanya.

Dalam berita sebelumnya, konsorsium Dubai World mengalami gagal bayar atas utang-utangnya sehingga meminta penangguhan pembayaran utang pokok (standstill) hingga enam bulan kepada para kreditor mancanegara.

Konsorsium Dubai World sebagai pengelola pembangunan Dubai meminta para kreditor untuk bersabar menerima pembayaran utang hingga Mei 2010.

Utang pokok yang harus ditanggung Dubai World senilai 60 miliar dollar AS. Bila termasuk bunga, maka beban yang harus ditanggung grup perusahaan dukungan pemerintah itu menjadi sekitar 80 miliar dollar AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau