JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia masih akan menelusuri besaran surat utang milik Dubai World yang dipegang oleh perbankan sehingga mereka bisa memperhitungkan dampak yang mungkin terjadi di Indonesia.
"Kami masih menelusuri apakah ada yang dipegang oleh industri perbankan di Indonesia dan berapa besarnya. Kami yakin tak berpengaruh terhadap kita," kata Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah di sela-sela Seminar Prospek Industri Keuangan dan Perbankan Tahun 2010 di Jakarta, Senin (30/11).
Menurut Halim, BI baru mengumpulkan informasi-informasi terkait kasus gagal bayar Dubai World ini karena jumlah nilai itu belum jelas.
Bahkan, dia memperkirakan bahwa gagal bayar Dubai World ini akan berdampak besar di Malaysia. Pasalnya, peredaran sukuk terbesar di dunia terjadi di Malaysia. "Dua pertiga peredaran sukuk dunia itu di Kuala Lumpur," katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Persatuan Perbankan Indonesia (Perbanas) Sigit Pramono di tempat yang sama. "Saya berharap persoalan ini (Dubai World) agak terisolasi, tidak merambat seperti kasus subprime di AS," kata Sigit.
Ketua Perbanas ini yakin, Indonesia tidak akan mengalami dampak langsung. "Barangkali investasi di AS dan sekitar agak berpengaruh, dan dampak langsung ke Indonesia saya pikir tidak ada," katanya.
Dalam berita sebelumnya, konsorsium Dubai World mengalami gagal bayar atas utang-utangnya sehingga meminta penangguhan pembayaran utang pokok (standstill) hingga enam bulan kepada para kreditor mancanegara.
Konsorsium Dubai World sebagai pengelola pembangunan Dubai meminta para kreditor untuk bersabar menerima pembayaran utang hingga Mei 2010.
Utang pokok yang harus ditanggung Dubai World senilai 60 miliar dollar AS. Bila termasuk bunga, maka beban yang harus ditanggung grup perusahaan dukungan pemerintah itu menjadi sekitar 80 miliar dollar AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang