Trading dengan "Double Top/Bottom"

Kompas.com - 01/12/2009, 10:39 WIB

KOMPAS.com - Dalam pasar keuangan, trading dengan pattern sudah tidak asing lagi. Banyak pelaku pasar yang memperhatikan pattern atau pola-pola harga dalam melakukan transaksi. Buku-buku mengenai trading pun banyak yang membahas tentang pola-pola harga.

Pasti anda sering mendengar tentang pola Head and Shoulder, Double Top, Double Bottom, Flag, Wedge, Triangle, dsb. Dan pola-pola ini banyak digunakan pelaku pasar untuk melakukan posisi jual atau beli. Pola-pola ini terbentuk juga karena hasil jual-beli para pelaku pasar.

Pola-pola harga memberikan indikasi atau kemungkinan kemana harga akan bergerak ke depannya. Ada pola yang mengindikasikan kemungkinan harga akan berbalik arah (reversal) ada juga pola yang mengindikasikan kemungkinan tren akan berlanjut.

Double Top atau Bottom, merupakan pola-pola yang mengindikasikan kemungkinan reversal. Mengapa demikian? Sebagai contoh pola Double Bottom, kita dapat melihat bahwa harga yang bergerak ke bawah namun tidak dapat meneruskan penurunannya karena banyaknya pembeli (buyer) yang membeli di harga bawah. Harga kemudian berbalik naik.

Tapi di atas sudah menunggu penjual (seller) yang siap menjual kembali dan mengakibatkan harga turun kembali mendekati harga terendah sebelumnya dan sekali lagi buyer masuk ke pasar membeli pada harga mendekati harga terendah tersebut. Harga pun kembali naik. Ini mengindikasikan kekuatan harga untuk turun semakin berkurang. Nah, ada indikasi harga akan berbalik arah dan rebound.

Pola Double Top atau Bottom dapat kita gunakan untuk memberikan sinyal untuk membuka posisi sell ataupun buy. Tentunya dengan membatasi resiko kita dengan meletakkan stop loss di sekitar area Double Top atau Bottom. Perhatikan gambar.

 

1. Double Bottom mulai terbentuk pada gambar 1. Titik 1 dan 2 merupakan Double Bottom-nya. Sinyal untuk reversal atau buy mulai terbentuk.

2. Kita perhatikan Double Bottom membentuk area resisten pada saat harga rebound dari titik 1, sebelum akhirnya turun kembali ke titik terendah ke-2. (gambar 2)

3. Kita dapat membuka posisi buy pada saat harga menembus area resisten. Stop loss kita letakan sedikit di bawah bottom terendah (1 atau 2).Sementara target profit dapat kita hitung dengan cara mengukur jarak antara titik bottom 1 dengan area resisten. Jadi misalnya jarak antara titik bottom 1 dengan area resisten sekitar 40 pip, kita dapat meletakan target profit sekitar 40 pip. (gambar 3)

Pola Double Top pun dapat diperlakukan sama dengan Double Bottom, hanya saja pola Double Top untuk memberikan sinyal reversal harga akan jatuh atau terkoreksi.  Dalam melakukan transaksi dengan menggunakan metode atau strategi apapun, jangan lupa untuk memperhatikan berapa resiko yang dapat kita terima. Karena semua metode atau strategi hanya  (AT/Senior Research & Analyst Monex)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau