KOMPAS.com - Dalam pasar keuangan, trading dengan pattern sudah tidak asing lagi. Banyak pelaku pasar yang memperhatikan pattern atau pola-pola harga dalam melakukan transaksi. Buku-buku mengenai trading pun banyak yang membahas tentang pola-pola harga.
Pasti anda sering mendengar tentang pola Head and Shoulder, Double Top, Double Bottom, Flag, Wedge, Triangle, dsb. Dan pola-pola ini banyak digunakan pelaku pasar untuk melakukan posisi jual atau beli. Pola-pola ini terbentuk juga karena hasil jual-beli para pelaku pasar.
Pola-pola harga memberikan indikasi atau kemungkinan kemana harga akan bergerak ke depannya. Ada pola yang mengindikasikan kemungkinan harga akan berbalik arah (reversal) ada juga pola yang mengindikasikan kemungkinan tren akan berlanjut.
Double Top atau Bottom, merupakan pola-pola yang mengindikasikan kemungkinan reversal. Mengapa demikian? Sebagai contoh pola Double Bottom, kita dapat melihat bahwa harga yang bergerak ke bawah namun tidak dapat meneruskan penurunannya karena banyaknya pembeli (buyer) yang membeli di harga bawah. Harga kemudian berbalik naik.
Tapi di atas sudah menunggu penjual (seller) yang siap menjual kembali dan mengakibatkan harga turun kembali mendekati harga terendah sebelumnya dan sekali lagi buyer masuk ke pasar membeli pada harga mendekati harga terendah tersebut. Harga pun kembali naik. Ini mengindikasikan kekuatan harga untuk turun semakin berkurang. Nah, ada indikasi harga akan berbalik arah dan rebound.
Pola Double Top atau Bottom dapat kita gunakan untuk memberikan sinyal untuk membuka posisi sell ataupun buy. Tentunya dengan membatasi resiko kita dengan meletakkan stop loss di sekitar area Double Top atau Bottom. Perhatikan gambar.
1. Double Bottom mulai terbentuk pada gambar 1. Titik 1 dan 2 merupakan Double Bottom-nya. Sinyal untuk reversal atau buy mulai terbentuk.
2. Kita perhatikan Double Bottom membentuk area resisten pada saat harga rebound dari titik 1, sebelum akhirnya turun kembali ke titik terendah ke-2. (gambar 2)
3. Kita dapat membuka posisi buy pada saat harga menembus area resisten. Stop loss kita letakan sedikit di bawah bottom terendah (1 atau 2).Sementara target profit dapat kita hitung dengan cara mengukur jarak antara titik bottom 1 dengan area resisten. Jadi misalnya jarak antara titik bottom 1 dengan area resisten sekitar 40 pip, kita dapat meletakan target profit sekitar 40 pip. (gambar 3)
Pola Double Top pun dapat diperlakukan sama dengan Double Bottom, hanya saja pola Double Top untuk memberikan sinyal reversal harga akan jatuh atau terkoreksi. Dalam melakukan transaksi dengan menggunakan metode atau strategi apapun, jangan lupa untuk memperhatikan berapa resiko yang dapat kita terima. Karena semua metode atau strategi hanya (AT/Senior Research & Analyst Monex)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang