HYDERABAD, KOMPAS.com — Paling sedikit 88 wartawan tewas dan ratusan pekerja media ditahan pada 2009. Sebagian penahanan dilakukan tanpa melalui proses pengadilan yang benar.
Demikian pernyataan pers Asosiasi Surat Kabar Dunia (WAN) dan Forum Editor Dunia (WEF) dalam pertemuan mereka di Hyderabad, Senin (30/11) malam. Kedua organisasi itu juga mengecam pembunuhan 30 pekerja media di Filipina, 23 November lalu.
Menurut catatan WAN, lebih dari 750 wartawan terbunuh dalam satu dekade terakhir ini. Pertemuan pengurus WAN dan WEF dilangsungkan sebelum pembukaan Kongres Asosiasi Surat Kabar Dunia yang dibuka Selasa pagi ini.
WAN dalam laporan tahunannya juga mencatat bahwa kemerdekaan pers tetap merupakan sebuah ancaman di sejumlah negara. Wartawan yang memperjuangkan kemerdekaan pers masih dijadikan target oleh pemerintah yang berkuasa di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Di Afrika, pemerintah mempersoalkan secara hukum wartawan yang mempersoalkan korupsi di tubuh pemerintah dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Pada Selasa ini, WAN dan WEF akan menganugerahkan Pena Emas 2009 kepada Najib Sethi, Pemimpin Redaksi The Friday Times dan Daily Times Pakistan. Pada tahun 2008, anugerah Pena Emas diberikan kepada wartawan dari China, Li Changqing, yang juga dipenjarakan oleh Pemerintah China. (Budiman Tanuredjo dari Hyderabad)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang