Sekurangnya 88 Wartawan Tewas Tahun 2009

Kompas.com - 01/12/2009, 13:06 WIB

HYDERABAD, KOMPAS.com — Paling sedikit 88 wartawan tewas dan ratusan pekerja media ditahan pada 2009. Sebagian penahanan dilakukan tanpa melalui proses pengadilan yang benar.

Demikian pernyataan pers Asosiasi Surat Kabar Dunia (WAN) dan Forum Editor Dunia (WEF) dalam pertemuan mereka di Hyderabad, Senin (30/11) malam. Kedua organisasi itu juga mengecam pembunuhan 30 pekerja media di Filipina, 23 November lalu.

Menurut catatan WAN, lebih dari 750 wartawan terbunuh dalam satu dekade terakhir ini. Pertemuan pengurus WAN dan WEF dilangsungkan sebelum pembukaan Kongres Asosiasi Surat Kabar Dunia yang dibuka Selasa pagi ini.

WAN dalam laporan tahunannya juga mencatat bahwa kemerdekaan pers tetap merupakan sebuah ancaman di sejumlah negara. Wartawan yang memperjuangkan kemerdekaan pers masih dijadikan target oleh pemerintah yang berkuasa di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Di Afrika, pemerintah mempersoalkan secara hukum wartawan yang mempersoalkan korupsi di tubuh pemerintah dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Pada Selasa ini, WAN dan WEF akan menganugerahkan Pena Emas 2009 kepada Najib Sethi, Pemimpin Redaksi The Friday Times dan Daily Times Pakistan. Pada tahun 2008, anugerah Pena Emas diberikan kepada wartawan dari China, Li Changqing, yang juga dipenjarakan oleh Pemerintah China. (Budiman Tanuredjo dari Hyderabad)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau