Mahasiswa Siap Kawal PPATK

Kompas.com - 01/12/2009, 17:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi siap mengawal kerja Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengusut tuntas kasus Bank Century. Mereka berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Bung Karno, Universitas Kristen Indonesia, serta universitas lainnya yang ada di Jakarta.

Dalam aksinya di depan Gedung PPATK, Jalan Ir H Juanda No 35, Jakarta, Selasa (1/12). Para aktivis menyatakan sikap serta dukungan kepada PPATK untuk mengusut tuntas kasus korupsi dan skandal Bank Century. Di bawah terik matahari dan di atas mobil bak terbuka, salah satu aktivis memberikan dukungan kepada PPATK.

"PPATK jangan pernah ragu, jangan pernah gentar, jangan pernah takut. Bahwa hari ini juga sampai seterusnya kita akan terus mengawal PPATK," ucap aktivis dari Universitas Mercubuana yang enggan menyebutkan namanya.

Mereka juga menyatakan sikap bersama seperti penegakan supremasi hukum, yang diawali dengan memeriksa Boediono dan Sri Mulyani, menangkap serta mengadili para pejabat korup.

Sebelum tiba di PPATK, para aktivis berorasi di kawasan Bundaran HI. Setelah selesai berorasi kemudian mereka bersama-sama long march menuju Gedung PPATK. Aksi ini mendapat pengawalan khusus Polsek Menteng dan Polres Jakarta Pusat di bawah pimpinan Wakapolres Jakpus AKBP Firli.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau